Jutaan Hektare Hutan Hilang Sejak 1990, Bagaimana dengan Hutan Primer Indonesia?

Klikhijau.com - Dalam laporan The State of the World’s Forests (SOFO); Forests, Biodiversity, and People yang dirilis 22 Mei 2020 bersamaan dengan peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional m...

Jutaan Hektare Hutan Hilang Sejak 1990, Bagaimana dengan Hutan Primer Indonesia?
Bacakan Artikel

Hanya lima negara yang menguasai lebih dari separuh wilayah hutan dunia. Indonesia tidak termasuk. Negara-negara tersebut adalah Brazil, Kanada, China, Federasi Rusia dan Amerika Serikat.

Sekitar 80% hutan dunia berlokasi di wilayah dengan luas lebih dari 1 juta hektar. Sementara 20% lainnya tersebar di 34 juta lokasi di seluruh dunia, kebanyakan dengan luas di bawah 1.000 hektar.

Ekpansi pertanian, untuk peternakan, perkebunan kelapa sawit dan kacang kedelai, terus menjadi pemicu deforestasi dan fragmentasi hutan.

[irp]

Ancaman Kepunahan

Laporan SOFO ini juga menyatakan, perkembangan upaya mencegah kepunahan spesies berjalan lamban. Dari 60.000 spesies pohon yang telah diidentifikasi, lebih dari 20.000 spesies kini masuk dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List of Threatened Species. Sebanyak 8.000 spesies pohon terancam punah.

Populasi mamalia, amfibi, reptil dan burung di hutan dalam periode 1970 hingga 2014 telah berkurang 53% dengan angka penurunan sebesar 1,7% per tahun. Angka ini bersumber dari hasil monitoring 455 populasi hewan di hutan, yang terdiri dari 268 populasi mamalia, bersama dengan populasi amfibi, reptil dan burung. Temuan ini menggarisbawahi risiko kepunahan spesies pada masa datang.

Pun, target keanekaragaman hayati Aichi untuk melindungi 17% daratan di bumi telah tercapai di 2020. Jumlah wilayah lindung telah mencapai 18% wilayah hutan dunia, dengan luas mencapai 700 juta hektar.

Namun keberadaan wilayah lindung saja tidak cukup. Masih diperlukan kerja sama internasional untuk merestorasi dan memulihkan ekosistem, mengatasi perubahan iklim dan melindungi keanekaragaman hayati.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: