Jokowi Tegaskan IKN Baru Ramah Lingkungan, Bisakah?
Klikhijau.com - Hujan kembali tumpah senja ini. Rasa dingin menyergap. Kepala saya lebih kerap berdenyut dari biasanya dikarenakan sedang sakit. Belum cukup sejam yang lalu saya sampai di Skarda, M...
Klikhijau.com - Hujan kembali tumpah senja ini. Rasa dingin menyergap. Kepala saya lebih kerap berdenyut dari biasanya dikarenakan sedang sakit.
Belum cukup sejam yang lalu saya sampai di Skarda, Makassar di sebuah warkop. Mungkin segelas kopi bisa mengusir sakit kepala, mungkin.
Selain kopi, hal yang menarik adalah penegasan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi. Ia kembali menegaskan jika pemerintah serius menyiapkan Ibu Kota Negara (IKN) baru yang ramah lingkungan. Untuk itu pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah dengan dukungan perencanaan yang matang.
Untuk memuluskan langkah itu, Jokowi mengungkapkan bahwa yang pertama dibangun adalah nursery (lokasi pembibitan). Akan ada 17 juta bibit disiapkan.
[irp]
"Kita akan wujudkan Ibu kota negara baru yang ramah lingkungan, smart city, semua kendaraan adalah listrik, ramah pejalan kaki, dan dekat dengan ala," ujarnya.
Pernyataan itu Jokowi keluarkan saat memberi sambutan di acara puncak Hari Pers Nasional (HPN), Sabtu, 8 Februari 2020 di Banjarbaru, Kalsel. Jikowi juga menegaskan pemindahan IKN kata Presiden, bukan sekadar memindahkan kantor dan manusia, namun harus menunjukkan keunggulan sebagai suatu bangsa.
Menyambut persiapan IKN baru, KLHK yang khusus mengurusi masalah lingkungan dan kehutanan akan membangun Persemaian Modern yang rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 120 Hektar di Kalimantan Timur.
Persemaian Modern itu, selain menjadi pusat pembibitan dan kebun benih, pada lokasi ini juga akan dibuat Arboretum atau taman hutan dengan koleksi tanaman endemik Indonesia. Serta akan berfungsi juga sebagai taman rekreasi dan sarana olahraga.
Pada peringatan HPN tahun 2020 ini, ribuan wartawan bergerak menghijaukan Indonesia, kususnya di lokasi digelarnya acara puncak HPN, bahkan Jokowi sendiri ikut menanam pohon Mersawa (Anisoptera Marginata Korth) setinggi 18 meter yang merupakan tanaman langka khas Kalimantan.