JK Pastikan Smelternya Beroperasi, Walhi Sulsel: Jangan Sesatkan Publik dengan Narasi Smelter Ramah Lingkungan

Klikhijau.com - Wakil Presiden RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) memantau proses peleburan nikelore menjadi ferronikel yang dikelola milik PT Bumi Mineral Sulawesi (BMS) di Kabupaten Luwu, Sulawesi Se...

JK Pastikan Smelternya Beroperasi, Walhi Sulsel: Jangan Sesatkan Publik dengan Narasi Smelter Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel

[caption id="attachment_30805" align="aligncenter" width="1160"] Karyawan bekerja di smelter PT BMS Kab. Luwu-foto/Ist[/caption]

Respons Walhi Sulsel

Kepala Divisi Energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulsel, Nurul Fadli Gaffar,  merespons keras atas pernyataan yang diutarakan Jusuf Kalla mengenai Smelternya.

"Sumber energi smelter PT BMS memang diklaim sebagai energi bersih, akan tetapi dalam praktiknya proyek hydro power atau PLTA PT Malea Energy memberikan dampak serius ke lingkungan, merusak dan menghilangkan situs budaya, dan parahnya hingga saat ini belum ada pemulihan yang dilakukan," kata Fadli, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi tim Klikhijau.com, Selasa 23 April 2024.

Selain itu dari aspek hilir pasok energi PT Malea Energy, yaitu proyek smelter pengolahan nikel PT BMS, Fadli menganggap apa yang dibanggakan mengenai sumber energi bersih telah menutupi fakta bahwa smelter akan selalu memberikan masalah serius terhadap lingkungan dan masyarakat.

"Smelter nikel sejatinya adalah pabrik pengolahan nikel mentah (ore) menjadi hasil olahan setengah jadi, entah itu nikell matte atau feronikel. Dari pengolahan tersebut menghasilkan polutan dan limbah berbahaya beracun. Dan tentunya tidak menutup kemungkinan bahwa pencemaran yang ada akan meliputi pencemaran air dan udara yang berujung akan mengurangi daya dukung lingkungan dan mengganggu kesehatan warga," jelasnya.

Fadli menambahkan, bahwa salah satu racun yang berpotensi muncul dalam industri nikel adalah Chromium Heksavalen yang akan berdampak pada timbulnya segala jenis penyakit kanker jika mengkontaminasi tubuh manusia.

"Seharusnya Jusuf Kalla terbuka mengenai potensi dampak ini dan tidak menyesatkan publik dengan narasi smelter ramah lingkungan," tutup Fadli, menegaskan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2