Jangan Dibuang! Limbah Wortel Bisa Jadi Ladang Protein Berkelanjutan

Klikhijau.com -  Wortel, dengan warna cerah. Tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga manfaat kesehatan. Salah satu keajaibannya adalah meski setelah diproses,  masih tetap mengandung gula, miner...

Jangan Dibuang! Limbah Wortel Bisa Jadi Ladang Protein Berkelanjutan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com -  Wortel, dengan warna cerah. Tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga manfaat kesehatan. Salah satu keajaibannya adalah meski setelah diproses,  masih tetap mengandung gula, mineral, dan nutrisi lainnya.

Ada manfaat lain yang tersembunyi dari  tumbuhan biennial ini, limbahnya dapat menjadi sumber protein. Karenanya, dalam hal pemenuhan protein, limbah wortel bisa jadi solusinya. Hal ini diungkapkan oleh para ilmuwan.

Sebuah penelitian dari Jerman menjelaskan bagaimana jamur yang dapat dimakan tumbuh pada limbah wortel dan mengubah limbah menjadi protein berkualitas tinggi yang cocok untuk makanan vegan.

“Studi ini merupakan langkah signifikan menuju ekonomi sirkular dengan mengubah limbah makanan yang berharga menjadi sumber protein berkualitas tinggi,” kata Martin Gand dari Universitas Justus Liebig Giessen , penulis utama studi tersebut.

Karenanya, ada baiknya limbah wortel jangan dibuang, sebab para peneliti menggunakannya sebagai makanan bagi jamur yang dapat dimakan.

Di dunia ini banyak jenis jamur, namun tidak semua dapat dimakan. Jamur yang  dapat dimakan umumnya tumbuh dengan menguraikan bahan organik.

Pada jamur ada istilah miselium jamur adalah jaringan filamen bercabang seperti benang (hifa) yang membentuk tubuh utama jamur

Kandungan senyawa miselium cukup melimpah, di antaranya protein, glukan, mannan, dan kitin.

Dalam pertumbuhannya, miselium membutuhkan substrat berupa bahan organik seperti sisa tumbuhan atau hewan mati, misalnya jerami, sekam, atau serbuk gergaji, dan temuan terbaru adalah limbah wortel.

Cocok untuk produksi pangan skala besar

Dilansir dari Earth, miselium tumbuh lebih cepat daripada tudung jamur dan membutuhkan ruang yang lebih sedikit. Karakteristik tersebut membuat miselium cocok untuk produksi pangan skala besar.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2