Jadi Hujan di Peluk Sendiri
Aku Tepi di Sini di laut puisi tetap tumbuh dengan deru ombak tuju pelukan di antara akar bakau pada jauhlah kau melangkah pulang pada gelombang di mana ari-arimu di cuci ibu pada laut,...
Aku Tepi di Sini
di laut puisi tetap tumbuh
dengan deru ombak tuju pelukan
di antara akar bakau
pada jauhlah kau melangkah
pulang pada gelombang
di mana ari-arimu di cuci ibu
pada laut, gelombang selalu cari tepi
tepi menanti gelombang
kau gelombang itu
aku tepi itu
......di sini...
===**===
Jadi Hujan di Peluk Sendiri
kita lupa jadi hujan untuk diri sendiri di kepala telah kemarau malam terasa panjang detak jarum berputar seadanya kita lupa cara menjadi sarung baluti tubuh dari gigil dari gigitan nyamuk di mana kelambu? barangkali kita harus belajar jadi hujan dan sarung untuk diri sendiri lalu memasang kelambu pada mata, telinga, dan ketakutan.kita bisa bercerita tentang musim-musim yang tak lagi tepat datangnya. kita bisa saling rapatkan badan berkisah perihal alam yang kerap cemburu dari ulah yang enggan jeda ………mengusiknyaPenulis: Arika Ara, lahir di dunia dengan penuh cinta di sebuah kampung pesisir. Ia menyukai deru ombak dan puisi. Ia juga menyukai hal-hal yang misteri, semisteri dirinya dalam biodata singkat ini.