Inovatif, Pengusaha Muda Ini Sulap Sampah APD jadi Batu Bata

Klikhijau.com – Namanya Binish Desai, seorang wirausahawan muda yang kini cukup populer di India. Hal itu karena fokus bisnis Desai menerapkan konsep ekonomi sirkular yakni daur ulang sampah. Menar...

Inovatif, Pengusaha Muda Ini Sulap Sampah APD jadi Batu Bata
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Namanya Binish Desai, seorang wirausahawan muda yang kini cukup populer di India. Hal itu karena fokus bisnis Desai menerapkan konsep ekonomi sirkular yakni daur ulang sampah.

Menariknya, Desai justru mengolah jenis sampah khusus yang jarang dipikirkan pegiat daur ulang lainnya. Bahkan, sejak masih berusia 10 tahun, Desai sudah mulai bermimpi membuat daur ulang permen karet menjadi bahan bangunan.

Imajinasi dan impiannya ini tidak muncul begitu saja. Dikutip dari Intelligentliving, Desai kecil menemukan ide tersebut  setelah dirinya dijahili kawannya yang menempelkan permen karet di celananya. Sejak itu, Desai terus mengolah idenya tentang upaya mengolah limbah agar bermanfaat.

Dua puluh tahun kemudian, Desai benar-benar mewujudkan impiannya dari temuan sederhana yang dilakukannya. Ia membangun perusahaan yang fokus mengolah limbah menjadi produk ekonomis.

Menariknya, bisnis Desai dilakukan dengan istrinya dan secara khusus melibatkan tetangganya. Perusahaannya kini mengelola sekitar 106 jenis limbah yang diolah menjadi 180 produk. Keren bukan?

Atas aksinya itulah, Binish Desai kemudian dijuluki “Waste Warior” (Pahlawan Limbah) dan “India’s Recycle Man” (Manusia Daur Ulang India). Desai telah membuktikan bahwa segala yang terbuang di sekitar kita dapat diselamatkan dengan memodifikasinya menjadi barang berharga.

Atas dedikasinya itu, Majalah Forbes memasukkan nama Desai dalam daftar “30 under 30” pada tahun 2018 lalu, sebagai social entrepreneurs yang paling sukses

Terpikat mengolah sampah APD

Kini, misi daur ulang Desai berlanjut pada sampah baru yang juga mengancam yakni sampah Alat Pelindung Diri (APD), khususnya masker.

“Awalnya orang-orang berkata situasi lockdown yang membantu mengurangi polusi, namun di pikiran saya malah mengkhawatirkan peningkatan permintaan APD dan masker (yang berujung limbah),” katanya.

Lalu, sejak April 2020 lalu, perusahannya bernama Eco Eclectic Technologies di Gujarat India mulai aktif mengolah limbah masker menjadi batu bata. Ini tentu satu inovasi yang dapat menyelamatkan lingkungan dari kepungan sampah masker.

Uniknya, produk Desai ini diklaim sangat kuat. Bahkan, tiga kali lebih kuat dari batu bata biasa, dua kali lebih besar, namun dengan harga lebih murah. Kualitasnya juga sangat mumpuni yakni tahan api dan bisa didaur ulang kembali.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2