Ini Alasan Bermain Gadget Anak-Anak dan Remaja Harus Dibatasi

Klikhijau.com – Keberadaan gadget atau gawai memang mempermudah manusia, tetapi penggunaannya tetap harus dibatasi. Ini disebabkan karena gadget bisa bersifat adiktif yang akan mempengaruhi sistem tub...

Ini Alasan Bermain Gadget Anak-Anak dan Remaja Harus Dibatasi
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Keberadaan gadget atau gawai memang mempermudah manusia, tetapi penggunaannya tetap harus dibatasi. Ini disebabkan karena gadget bisa bersifat adiktif yang akan mempengaruhi sistem tubuh.

Layar gadget memiliki sinar biru yang berbahaya bagi perkembangan otak. Tak hanya ponsel atau tablet, komputer dan televisi pun termasuk alat elektronik yang harus dibatasi penggunaannya.

Kekhawatiran-kekhawatiran tentang banyaknya waktu yang dihabiskan oleh anak-anak dan remaja saat bermain gadget kian bertambah. Kontroversi berbahaya atau tidaknya menghabiskan waktu bermain gadget juga semakin banyak.

John J Reilly, Anthony Okely, Catherine Draper dan Mark S. Tremblay sejak 2016, telah melakukan tinjauan ilmiah tentang dampak menatap layar kaca digital dari bayi hingga anak-anak yang memasuki usia dewasa.

Mereka meneliti apakah penggunaan gadget di waktu luang atau non-pendidikan mempengaruhi kesehatan. Pengaruh ini termasuk risiko obesitas, kurang tidur, kebugaran fisik yang rendah, kecemasan dan depresi.

Selain itu, peneliti juga melihat dampaknya pada aspek sosial dan emosional serta perkembangan kognitif dan bahasa, kesejahteraan dan nilai di sekolah.

Hasilnya menunjukkan bahwa menatap layar digital dengan intensitas tinggi, memiliki potensi bahaya.

Bermain gadget dengan intensitas yang lebih rendah, lebih baik dalam menghindari obesitas, meningkatkan kualitas tidur, kebugaran fisik, perkembangan kognitif, sosial, dan emosional.

Waktu bermain gadget

Pedoman dari Kanada, Australia, dan Afrika Selatan merekomendasikan bahwa bermain gadget dengan tujuan rekreasi harus dihindari pada anak di bawah dua tahun.

Pada anak berusia dua hingga empat tahun cukup satu jam per hari. Sementara anak berusia lima hingga 17 tahun, batasi dua jam saja per hari.

Pembatasan waktu ini diperlukan karena beberapa alasan. Rekomendasi membatasi menatap layar gadget didasarkan pada penelitian dengan pendekatan tinjauan sistematis, penilaian kritis terhadap bukti, dan konsultasi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2