IDI akan Keluarkan Pedoman Layanan Kesehatan Platform Digital

Klikhijau.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) sedang memproses pedoman layanan kesehatan dengan platform digital. Hal itu diterangkan, Ketua Umum PB IDI dr. Daeng M Faqih pada Vir...

IDI akan Keluarkan Pedoman Layanan Kesehatan Platform Digital
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) sedang memproses pedoman layanan kesehatan dengan platform digital.

Hal itu diterangkan, Ketua Umum PB IDI dr. Daeng M Faqih pada Virtual Press Conference aido Health Launching, Kamis 6 Agustus 2020, Dikutip DetikHeath.

Daeng M Faqih bahkan menyebut, Majelis Kehormatan Etika Kedokteran sudah mengeluarkan fatwa tentang pemanfaatan digital di pelayanan kesehatan.

"Itu tidak bisa terelakkan, yang paling bijak adalah kita memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendorong, mempermudah, memperlancar benefit bagi kehidupan kita bermasyarakat sebagai umat manusia," ujarnya.

"Teknologi digital ini kita juga memiliki keyakinan, mampu mendorong pelayanan kesehatan lebih baik. Saya hanya menekankan dua hal, kesadaran kemauan digital (di bidang pelayanan kesehatan) bukan karena peristiwa COVID-19, bahwa kita sadar membantu pelayanan kesehatan," imbuhnya.

Dijelaskannya, platform digital layanan kesehatan membuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin terbuka selebar-lebarnya. Platform digital juga diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan buat masyarakat.

"Fatwa Majelis Kehormatan Etika Kedokteran secara garis besar mengatakan bahwa platform ini, seperti dari WHO, sudah mengatakan ini bukan replacement praktek tatap muka, tetapi ke arah tambahan. Platform digital bukan faskes, hanya alat bantu, dalam rangka meng-connectkan lebih dekat dan cepat," ujar Daeng.

Lebih lanjut, Daeng menegaskan bahwa memang nantinya platform digital layanan kesehatan harus berbasis fasilitas kesehatan (faskes). Maksudnya, dokter yang tergabung dalam platform harus memiliki surat izin maupun faskes tempat dia berpraktik seperti rumah sakit atau klinik.

"Yang terakhir, yang paling penting adalah rekam medis pasien. Platform ini bukan faskes, tetapi harus berbasis faskes, maka data pasien yang dijaga harus di faskesnya, bukan di platformnya," ujar dia.

Pada saat yang bersamaan, VP Operations and Partnerships aido health, Jyoti Nagrani mengatakan saat ini aido Health memiliki tiga layanan, yaitu telekonsultasi dokter spesialis, mendatangkan tenaga medis profesional seperti dokter umum, fisioterapis, maupun perawat ke rumah, dan laboratorium di rumah. Ke depan, aido Health juga akan meluncurkan marketplace farmasi dan alat medis.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2