Hutan Bukan Tempat Sampah, Kolaborasi Bersih Sampah di TN Babul

Klikhijau.com - Tepat hari Jumat (9/6/2023), orang-orang peduli lingkungan berkumpul di kawasan wisata Pattunuang. Berkumpul untuk menyemarakkan kegiatan kampanye dan aksi bersih sampah di Taman Nasio...

Hutan Bukan Tempat Sampah, Kolaborasi Bersih Sampah di TN Babul
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Tepat hari Jumat (9/6/2023), orang-orang peduli lingkungan berkumpul di kawasan wisata Pattunuang. Berkumpul untuk menyemarakkan kegiatan kampanye dan aksi bersih sampah di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul).

Balai Taman Nasonal Bantimurung Bulusaraung menjadi penggerak semarakkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia melalui kampanye dan aksi bersih sampah. Kegiatan ini juga menjadi rangkaian road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2023.

Kegiatan kampanye dan aksi bersih sampah ini berpusat di kawasan wisata Pattunuang dan kawasan pengamatan satwa Karaenta. Pattunuang berada di Desa Samangki, Simbang, Maros. Menghilangkan tumpukan sampah di Pattunuang agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung. Begitu pun di hutan Karaenta, ciptakan lingkungan yang bersih untuk ekstetika dan kenyamanan satwa penghuni hutan ini. Salah satunya, rumah bagi kawanan monyet hitam sulawesi (Macaca maura).

karaenta

Beberapa tahun terakhir ini, aksi membuang sampah di tengah belantara menjadi marak di Karaenta. Mengingat jalan poros menuju Bone dan Sulawesi Tenggara ini memotong kawasan taman nasional. Memotong hutan karst Karaenta sepanjang 11 km. Perilaku kurang terpuji ini memberi dampak pada satwa di hutan, terutama bagi kawanan monyet. Tak jarang dijumpai kawanan monyet endemik Sulawesi ini mengais sampah.

"Perilaku mengais sampah ini, sedikit banyak akan berdampak pada kesehatan dan perubahan sifat liar mereka," terang Nur Aisyah Amnur, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Camba saat kami temui.

Sedikitnya 240 peserta yang hadir berpartisipasi pada aksi ini. Turut terlibat dalam agenda tahunan ini di antaranya: staf P3E Sulawesi Maluku, Balai Besar KSDA Sulsel, Dinas Lingkungan Hidup Maros, mahasiswa Fakultas Kehutanan UNHAS, mahasiswa Fapertahut UMMA, Pemerintah Desa Samangki, Desa Labuaja, Kecamatan Simbang, Kecamatan Labuaja, Batalyon Infanteri YPR 433 Julu Siri Kostrad, Koramil Bantimurung, dan Polsek Bantimurung. Tak hanya itu, Kelompok Pengelola Ekowisata (KPE) Bislab, KPE Bantimurung, KTH Labuaja Bersatu, Balla Konservasi, FFI IP’s Sulawesi, dan  staf Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung turut terlibat.

Kampanye dan aksi bebas sampah ini dimulai dari Pattunuang. Kawasan wisata ini menjadi titik kumpul peserta yang berpartisipasi. Sebelum beraksi, peserta mendapat arahan dari Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

“Saya sampaikan terima kasih kepada kawan-kawan yang sudah sudi berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kami berharap aksi kita hari ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat di luar sana agar menjaga lingkungan sekitar. Ke depan saya juga berharap adanya pengelolaan sampah yang terintegrasi, mulai dari tata kelola produksi awal sampah hingga perlakuan di TPA,” terang Heri Wibowo, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2