Hilirisasi Teknologi Kampus, Tim PKM Universitas Fajar Bangun Purifikasi Air dan Berdayakan Warga Desa Barania

Hilirisasi Teknologi Kampus, Tim PKM Universitas Fajar Bangun Purifikasi Air dan Berdayakan Warga Desa Barania
Hilirisasi Teknologi Kampus, Tim PKM Universitas Fajar Bangun Purifikasi Air dan Berdayakan Warga Desa Barania, - Foto: Ist
Bacakan Artikel

"Fokus pendampingan kami terbagi ke dalam beberapa kegiatan utama, di antaranya pembangunan fasilitas purifikasi air irigasi pertanian menggunakan bioteknologi bakteri spons laut yang kami beri nama SI-BARANI. Selain itu, kami juga membekali masyarakat dengan pelatihan pengolahan material bambu sebagai alternatif bahan ramah lingkungan yang berkelanjutan, serta pelatihan pengemasan dan branding hasil panen agar komoditas lokal Barania mampu menembus segmentasi pasar yang lebih luas," tutur Faris Jumawan, Ketua Tim PKM Universitas Fajar.

Kedaulatan Material Lokal dan Penambahan Nilai Panen

Selain tantangan purifikasi air, ketergantungan pada material sintetis dan rantai pasok luar kawasan kerap mengurangi nilai tambah yang seharusnya dinikmati warga lokal. Bambu, sebagai vegetasi yang tumbuh subur di lanskap pegunungan Barania, memegang peranan kunci dalam menjaga stabilitas tanah dari risiko erosi sekaligus menjadi material terbarukan yang serbaguna.

Pemanfaatan bambu secara terstruktur melalui pelatihan pengolahan material ramah lingkungan membuka peluang baru bagi warga untuk mengelola aset vegetasi lokal tanpa mengganggu fungsi perlindungan kawasan lereng. Pengolahan bambu secara bijak mentransformasi tanaman ini menjadi komoditas bernilai guna tinggi yang mampu menyokong infrastruktur desa sekaligus menekan jejak karbon operasional warga.

Upaya memperkuat resiliensi komunitas Barania kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas warga dalam pengemasan dan pencitraan merek (branding) komoditas panen.

Langkah ini menempatkan masyarakat petani Barania sebagai subjek aktif dalam mata rantai ekonomi, bukan sekadar pemasok bahan mentah dengan posisi tawar yang lemah di hadapan tengkulak. Penguatan kapasitas pengemasan memastikan hasil bumi bernilai tambah tersebut dapat dipasarkan secara mandiri dengan daya saing yang lebih baik.

Kehadiran akademisi dan mahasiswa yang mendampingi warga dalam kurun waktu kurasi tiga bulan sejak Oktober hingga Desember menjadi jembatan awal dalam mempertemukan sains terapan dan pengetahuan lokal warga.

Partisipasi aktif warga Barania dalam menyerap teknologi dan teknik pengolahan baru memperlihatkan bahwa kemandirian desa dapat diwujudkan ketika transfer pengetahuan dilakukan secara partisipatif dan menghargai ruang hidup masyarakat setempat.

"Kehadiran akademisi UNIFA di desa kami adalah wujud kolaborasi yang sangat dinantikan. Desa Barania sangat ramah dan terbuka bagi kampus-kampus yang ingin menempatkan program riset, PKM, dan perkuliahan lapangan di sini guna membantu warga menaikkan nilai tambah hasil buminya," ungkap Firman M. Maddolangeng, Kepala Desa Barania.

Keberhasilan Desa Barania menuju kawasan agrowisata yang mandiri dan berkelanjutan sangat bergantung pada konsistensi menjaga keseimbangan antara komersialisasi potensi desa dan kelestarian bentang alamnya. Destinasi alam unggulan mulai dari air terjun, puncak perbukitan, hingga rekreasi tengah sawah hanya akan bertahan jika ekosistem penyokongnya, seperti air irigasi yang jernih dan tutupan lahan yang stabil, tetap terawat.

Intervensi teknologi seperti purifikasi air dan pengolahan material bambu selayaknya diposisikan sebagai pemantik, bukan solusi tunggal yang menghentikan kebiasaan baik warga dalam menjaga alam.

Keberlanjutan Desa Barania bergantung pada sejauh mana masyarakat lokal memegang kendali penuh atas tata kelola ruang dan pemanfaatan sumber daya alaminya. Ketika bioteknologi ramah lingkungan terintegrasi secara harmonis dengan kearifan lokal dan dukungan kebijakan publik yang berpihak pada warga tapak, Desa Barania tidak hanya menjadi objek destinasi rekreasi, tetapi juga benteng ketahanan ekologis yang tangguh di dataran tinggi Sulawesi Selatan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2