Gratis dan Melimpah, Peternak Ini Jadikan Eceng Gondok sebagai Pakan Ayam Kalkun

Klikhijau.com – Jelang musim hujan, eceng gondok (Eichhornia crassipes) kembali memenuhi kanal-kanal di Kota Makassar. Di bilangan Batua Raya misalnya, eceng gondok tumbuh subur menghijau dan tampak m...

Gratis dan Melimpah, Peternak Ini Jadikan Eceng Gondok sebagai Pakan Ayam Kalkun
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Jelang musim hujan, eceng gondok (Eichhornia crassipes) kembali memenuhi kanal-kanal di Kota Makassar. Di bilangan Batua Raya misalnya, eceng gondok tumbuh subur menghijau dan tampak memenuhi permukaan air.

Eceng gendek merupakan tanaman air mengapung yang dapat berkembang cepat dan massif. Keberadaanya yang membludak dalam sekejap mata dapat mengganggu kondisi perairan, tak jarang tumbuhan ini diklaim sebagai gulma pengganggu.

Seperti diketahui, eceng gondok memiliki sisi negatif pada lingkungan antara lain mengurangi jumlah cahaya yang memantul ke dalam perairan. Hal ini menyebabkan turunnya kelarutan oksigen di air sehingga ekosistem dalam air terganggu.

Selain itu, eceng gondok juga dapat menyebabkan pendangkalan pada sebuah perairan. Bila sudah tua dan membusuk, tanaman ini akan tenggelam ke dasar perairan.

Tumbuhan ini juga dapat mengganggu laju air pada sebuah perairan sehingga dapat memperbesar potensi banjir.

Walau memiliki sisi negatif, saat ini sudah banyak cara yang dilakukan untuk memanfaatkan eceng gondok. Misalnya, ada yang memanfaatkannya sebagai bahan baku sendal, perabotan rumah, membuat tisu, kerajinan tangan hingga pakan ternak.

Sebagai pakan ayam kalkun

Pemanfaatan eceng gondok sebagai pakan ternak khususnya kalkun telah dipraktikkan oleh Rahman (54), seorang peternak kalkun di Makassar. Diwawancarai saat mengambil eceng gondok di kanal Batua Raya, Pak Rahman mengaku, ternak kalkun miliknya sangat menyukai gulma satu ini.

“Semenjak saya tahu bahwa  eceng gondok dapat dijadikan pakan kalkun, saya langsung coba dan ternyata betul. Kalkun milik saya sangat suka, bahkan lebih menyukainya ketimbang pakan lain,” cerita Rahman kepada Klikhijau, Sabtu 10 Oktober 2020.

Informasi akan hal ini diperoleh Rahman dari Youtube. Ia merasa bersyukur karena tak perlu lagi susah-susah mengeluarkan uang untuk membeli pakan yang mahal.

“Ini kan gratis dan melimpah. Saya suka ambil di sini (Kanal Batua Raya, Red) karena eceng gondoknya subur dibanding di tempat lain,” jelas Rahman.

Setiap pekan, Rahman mengambil sekarung besar sekitar 100 kg. Menariknya, ayam kalkun dapat melahapnya dengan buas dalam waktu cepat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2