Gelar Writing Camp, Klikhijau Ajak Peserta Menulis di Alam Raya

Klikhijau.com – Pengalaman ikut serta menulis bersama Klikhijau di alam terbuka, teramat istimewa bagi saya. Betapa tidak, saya dan teman-teman tidak hanya belajar tentang menulis, tetapi juga merasak...

Gelar Writing Camp, Klikhijau Ajak Peserta Menulis di Alam Raya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Pengalaman ikut serta menulis bersama Klikhijau di alam terbuka, teramat istimewa bagi saya. Betapa tidak, saya dan teman-teman tidak hanya belajar tentang menulis, tetapi juga merasakan betapa kuatnya inspirasi alam raya pada imajinasi kepenulisan.

Yah, konsep “Writing camp” memang memadukan antara suasana bersantai dengan menulis di alam terbuka. Karenanya, Klikhijau punya alasan kuat untuk mengaitkan antara “Writing, Healing and Mindfulness” sebagai tiga narasi besar pada kegiatan ini.

Kegiatan yang dipusatkan di Markas Daops Manggala Agni Gowa ini memberi kesempatan emas pada para pesertanya mendapatkan suasana yang tenang. Selama proses pelatihan, materi disajikan dengan ringan berbasis praktik oleh Penulis sekaligus Direktur Klikhijau, Anis Kurniawan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini (23-24) Juni 2023 ini mengambil sub tema  "Menumbuhkan fokus dan kesadaran penuh dalam menulis kehidupan". Selain sesi belajar menulis, peserta juga diarahkan untuk berlatih mindfulness.

Bagi Anis Kurniawan, sesi mindfulness adalah upaya melatih fokus dan kebersadaran diri saat mentransfer ide-ide ke dalam tulisan.

[irp]

“Ini penting, sebab menulis butuh fokus dan keterhubungan kuat dengan alam raya,” katanya di sela pemaparan materi diskusi.

Sesuai temanya kegiatan ini, peserta tidak menginap di hotel berbintang lima, melainkan di lapangan, dalam hal ini panitia menyiapkan tenda bagi peserta.  Adapula peserta yang membawa perlengkapan kemah sendiri.

Pembicara selanjurnya Dr. Darhamsyah, Kepala P3E Suma yang tercatat sebagai motivator dan Coach Mindfullness.

Melalui saluran zoom meeting, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma), Darhamsyah menjelaskan ada lima poin sebagai sumber penderitaan kehidupan, yakni menyesali masa lalu, menghawatirkan masa depan, tidak menerima saat ini, menggantikan kebahagian kita di mulut orang lain dan Tidak bisa memaafkan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2