Filosofi Pasang Surut ala Ibu Djamrud: Merawat Akar Mangrove, Menjaga Masa Depan Untia

Klikhijau.com - Dari kawasan pesisir Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, garis pantai bukan sekadar batas geografis tempat bertemunya air asin dan daratan lumpur. Bagi Djamrud Damayanti,...

Filosofi Pasang Surut ala Ibu Djamrud: Merawat Akar Mangrove, Menjaga Masa Depan Untia
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Dari kawasan pesisir Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, garis pantai bukan sekadar batas geografis tempat bertemunya air asin dan daratan lumpur.

Bagi Djamrud Damayanti, seorang local champion perempuan yang telah mendedikasikan hidupnya sebagai pelindung ekosistem pesisir, hamparan hijau itu ia maknai sebagai ruang interaksi ekososial, sebuah sistem terpadu di mana dinamika sosial masyarakat nelayan melekat erat pada ketahanan ekologis hutan mangrove.

Lebih dari dua dekade, Djamrud memandang vegetasi intertidal ini melampaui fungsi fisik tanaman hiasan bibir pantai. Ia merumuskan sebuah analogi filosofis yang mendalam mengenai keterhubungan manusia dan alam.

Anatomi Ekologis dan Paradigma Sosial Restorasi Mangrove Untia

"Mangrove itu ibarat kita, manusia, yang hidup di antara pertemuan laut dan daratan. Ia hidup di titik pasang surut, namun ia selalu kuat," ujar Djamrud dengan nada penuh penghayatan. Kamis, 21 Mei 2026

Bagi kita yang mengamati, metafora ini merefleksikan realitas kehidupan masyarakat pesisir yang dinamis, sering kali berada dalam posisi rentan atau surut secara ekonomi maupun sosial dan krisis iklim, namun dituntut memiliki daya resiliensi tinggi untuk bertahan menghadapi ketidakpastian lingkungan.

Ketangguhan filosofis yang disampaikan Djamrud tersebut nyatanya berakar pada karakteristik biologis dan mekanis yang rigid dari vegetasi mangrove itu sendiri.

Secara ilmiah, kawasan Untia didominasi oleh genus Rhizophora (bakau) dan Avicennia (api-api). Spesies-spesies ini dibekali dengan adaptasi morfologi luar biasa untuk bertahan di zona intertidal, wilayah ekstrim yang secara berkala tergenang air laut salinitas tinggi dan dihantam energi gelombang.

Sistem perakaran tunjang (stilt roots) pada Rhizophora bertindak seperti jangkar tiga dimensi yang saling mengunci di dalam substrat lumpur yang labil. Ketika gelombang pasang atau badai melanda, anyaman akar ini berfungsi sebagai sistem peredam kejut hidrolik. Struktur mikro ini memecah energi kinetik gelombang hingga lebih dari 66% saat melewati kerapatan vegetasi, sehingga melindungi daratan di belakangnya dari erosi masif dan abrasi pantai.

Benteng Senyap di Kala Terlelap

Ketika malam tiba dan sebagian besar warga pesisir Untia beristirahat dalam kenyamanan rumah mereka, benteng ekologis ini bekerja dalam keheningan tanpa henti.

"Bahkan mangrove inilah sebenarnya yang anjagaiki (menjaga kita), khususnya yang ada di pesisir. Mangrove itu penuh makna, ada waktu ia tetap tegak menahan saat dihempas ombak dan badai di saat kita terlelap tidur," ungkap Djamrud.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2

Apa tanggapan anda mengenai berita ini

like 0
Like
dislike 0
Dislike
love 0
Love
funny 0
Funny
angry 0
Angry
sad 0
Sad
wow 0
Wow