Energi Terbarukan Bisa Kurangi Risiko Kesehatan Hingga 80 Persen
Klikhijau.com – Emisi dari pembangkit listrik menyumbang sekitar 40 persen dari semua polusi karbon global. Belum lagi, permintaan energi diprediksi akan meningkat secara global untuk tahun-tahun mend...
Klikhijau.com – Emisi dari pembangkit listrik menyumbang sekitar 40 persen dari semua polusi karbon global. Belum lagi, permintaan energi diprediksi akan meningkat secara global untuk tahun-tahun mendatang.
Para ahli mengatakan, beralih ke energi terbarukan dapat mengurangi dampak polusi udara dari pembangkit listrik sebanyak 80 persen.
Dalam perjanjian iklim Paris, para ilmuwan dan aktivis lingkungan menyarankan untuk beralih ke kekuatan rendah karbon. Ini demi mencegah kenaikan suhu global menjadi dua derajat Celcius (3,6 Farenheit).
Beberapa negara berkomitmen untuk “nol emisi” pada 2050, namun hanya sedikit yang menjelaskan langkah mereka sejauh ini.
[irp]
Meski ada konsensus ilmiah tentang perlunya mengurangi emisi, namun relatif sedikit yang memberikan perhatian atas risiko kesehatan.
Tim ahli Institut Potsdam untuk Penelitian Dampak Iklim (PIK) menggunakan model efisiensi iklim dan energi. Ini untuk membuat tiga skenario dekarbonisasi sektor listrik pada tahun 2050.
Tertulis dalam jurnal Nature Communications, mereka mengkalkulasi indeks kesehatan manusia dan analisis tingkat emisi.
Sebagian besar energi berasal dari tenaga surya dan angin. Hal itu dapat mengurangi risiko kesehatan dari produksi listrik hingga 80 persen.
Itu bisa bermanfaat yang sangat besar. Kebijakan perubahan iklim dapat menjadi kontributor utama untuk mengurangi dampak pada kesehatan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 4,2 juta orang meninggal setiap tahun karena polusi udara. Sebagian besar berasal dari pembakaran dengan bahan bakar fosil untuk energi.
Model PIK memperkirakan, tren energi saat ini bisa menyebabkan kematian global akibat polusi udara pada tahun 2050. Jika tiga dekade berikutnya didominasi oleh energi terbarukan, angka tersebut bisa turun sekitar satu juta.
[irp]