Embung Pertanian Kanreapia, Berkah Kemarau yang Buat Panen Petani Melimpah

Klikhijau.com - Embung Pertanian adalah bangunan yang berfungsi untuk menahan dan menampung aliran air yang bersumber dari mata air, curah hujan, sungai dan sumber air lainnya. Embung atau tendon a...

Embung Pertanian Kanreapia, Berkah Kemarau yang Buat Panen Petani Melimpah
Bacakan Artikel
Jamaluddin

Pendiri Rumah Koran dan Penngerak Literasi

Jamaluddin

Artikel terbaru dari Jamaluddin (lihat semua)

Belum ada artikel terbaru lain dari penulis ini.

Salah satu upaya adaptasi perubahan iklim yang dilakukan adalah dengan pengembangan embung pertanian yang berfungsi untuk memanen air hujan dan aliran permukaan terutama pada musim kemarau.

Adaptasi perubahan iklim melalui Pengembangan Embung Pertanian merupakan upaya konservasi air yang tepat guna, murah dan spesifik lokasi, serta dapat mengatur ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan air (water demand) di tingkat usaha tani.

Dalam pembangunan embung pertanian, petani Kanreapia dalam melihat sisi fungsinya sebagai penambung air telah memenuhi komponen struktur embung antara lain: bangunan penampung (storage), pintu/ saluran pemasukan (inlet), pintu/saluran pengeluaran (outlet) dan pelimpas.

Embung dan kearifan lokal

Petani Desa Kanreapia menamai embung sebagai Ceddang, mayoritas petani mengetahui bahwa penampungan air yang mereka buat adalah ceddam atau Ceddang. Misalnya saat mereka berkomunikasi dengan sesama petani dengan mengucapkan:

‘’Mangeko muko ambaliia akkeke ceddang’’ artinya Bantu saya besok menggali embung.

‘’Rassiji ere Ceddangia’’ Artinya : Apakah air embung sudah penuh.

‘’Timae Ceddangnu’’ Artinya : Dimana Lokasi embung Anda.

Artinya sebelum istilah nama embung buming dan diterapkan di berbagai tempat di Indonesia ternyata petani Kanreapia telah menerapkan sistem penampungan air untuk pengairan pertanian meraka di saat musim kemarau datang, yang dikenal saat ini sebagai istilah embung.

Sekitar tahun 80-an nama Ceddam dipopulerkan dan dirintis oleh Dg Solle, Tokoh perintis Kanreapia. Ceddam yang di bangun pada saat itu memiliki ukuran yang besar, untuk menampung air hujan, air sumber mata air dan lainnya, dengan tujuan, sebagai pengairan pertanian warga.

Hal ini sejalan dengan Kegiatan pengembangan Embung Pertanian di Indonesia:


  1. Menahan dan menampung aliran air yang bersumber dari mata air, curah hujan, sungai dan sumber air lainnya dalam bentuk embung, long storage dan dam parit yang dimanfaatkan sebagai air irigasi suplementer pada musim kemarau untuk budidaya komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan (tanaman pakan ternak, sanitasi dan minum ternak).

  2. Meningkatkan Indeks Pertanaman dan atau produktifitas


Kriteria dan komponen embung kecil meliputi:

  1. Volume tampungan antara 500 m3 sampai dengan 3000 m3;

  2. Tinggi embung dari dasar hingga puncak tanggul maksimal 3 m;

  3. Mempunyai panjang 20 m sampai dengan 50 m dan lebar 10 m sampai dengan 30 m;

  4. Dilaksanakan dengan sistem padat karya oleh masyarakat setempat dan Secara Mandiri oleh Masyarakat Petani Kanreapia.


Pengembangan Embung pertanian merupakan pengembangan teknologi konservasi air yang sederhana, biayanya relatif murah dan dapat dibangun melalui pola padat karya/swadaya petani.

Embung pertanian adalah solusi teknis pemanen air (water harvesting) yang apabila dibangun sesuai kriteria teknis, mampu meningkatkan indeks pertanaman dan meningkatkan taraf hidup petani/masyarakat sekitarnya.

Pola pemanen air melalui embung pertanian diarahkan untuk menambah ketersediaan air untuk pertanian serta dapat memperlambat laju aliran dengan meresapkan air ke dalam tanah.

Teknologi ini dianggap efektif karena secara teknis dapat menampung volume air dalam jumlah relatif besar dan dapat mengairi areal yang relative luas jika dibangun cara berseri.

Inovasi dapat didefenisikan sebagai proses kegiatan yang melibatkan pemikiran yang dalam oleh manusia yang dilakukan untuk menemukan sesuatu yang baru atas suatu hal, baik yang belum pernah ada sebelumnya ataupun yang sudah ada untuk kemudian diperbaharui.

Teknik pembuatan embung meliputi penentuan tekstur tanah, kemiringan lahan, bentuk, ukuran penggalian tanah, kelapisan tanah, kelapisan plastik, penembokan dan pelapisan kapur.

Nah sejak dulu hingga sekarang petani Kanreapia telah memanfaatkan embung pertanian, sehingga sejak dulu hingga sekarang petani terus produktif dalam melakukan budidaya sayur mayur, yang membuat keberlanjutan pertanian di des aini terus berjalan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2