Elektrifikasi Truk Pelabuhan Perlu Dimulai dari Rute dan Jalur Operasi

Elektrifikasi Truk Pelabuhan Perlu Dimulai dari Rute dan Jalur Operasi
Diskusi Diselenggarakan SFC bersama WRI Indonesia pada Bali Climate Week 2026 di Sanur, Bali, Foto: Ist
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Investasi besar-besaran untuk infrastruktur pengisian daya (charger) kendaraan listrik di kawasan pelabuhan dinilai belum menjadi langkah mendesak jika tidak diawali dengan pemahaman mendalam atas pola operasional logistik.

Elektrifikasi truk pelabuhan sejatinya perlu dimulai dari pemetaan rute, volume angkutan, waktu tunggu, serta lokasi kendaraan berhenti.

Organisasi nirlaba Smart Freight Centre (SFC) menekankan bahwa pemahaman terhadap variabel operasional harian ini sangat krusial untuk menentukan titik lokasi pengisian daya yang paling dibutuhkan sekaligus menghitung kapasitas daya listrik yang harus disiapkan.

Melalui pendekatan ini, operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan penyedia infrastruktur dapat memilah rute mana yang sudah siap untuk masuk ke tahap elektrifikasi dan rute mana yang masih memerlukan pembenahan efisiensi operasional atau kesiapan suplai energi. Keputusan investasi pun dibangun atas dasar kebutuhan angkutan yang riil, bukan sekadar mengejar target jumlah stasiun pengisian daya.

Dalam kerangka kerja yang disusun SFC, pemetaan emisi dan perbaikan efisiensi operasi ditempatkan sebagai langkah utama sebelum merencanakan kebutuhan listrik.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan