Dukungan dan Tata Kelola menuju Bumi Tanpa Sampah Plastik

Klikhijau.com - Berbagai solusi untuk pengurangan sampah plastik telah dikampanyekan secara berkala, mulai dari penggunaan bahan yang mudah di daur ulang, pengelolaan sampah terpadu dan metode lainnya...

Dukungan dan Tata Kelola menuju Bumi Tanpa Sampah Plastik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Berbagai solusi untuk pengurangan sampah plastik telah dikampanyekan secara berkala, mulai dari penggunaan bahan yang mudah di daur ulang, pengelolaan sampah terpadu dan metode lainnya yang dapat diterapkan.

Namun, keefektifan pengurangan sampah plastik masih dinilai kurang jika tanpa sinergi antara intervensi hulu dan hilir.

Ketergantungan penggunaan plastik dalam keseharian masyarakat menjadikan potensi polusi plastik sekali pakai meninggi dari tahun ke tahun dan memberikan dampak serius kepada lingkungan hingga memicu terjadinya perubahan iklim yang ekstrim.

Menurut laporan “Menghentikan Gelombang Plastik” oleh The Pew Charitable Trusts dan SYSTEMIQ, sampah plastik yang salah kelola akan bertambah menjadi 239 juta ton pada tahun 2040 jika skenario Bisnis seperti Biasa (Business-as-Usual/BAU) masih dijalankan.

Peran hulu (pra-konsumen, seperti pengurangan/penggantian plastik dalam produksi dan desain ulang produk) dan hilir (pasca konsumen, seperti proses daur ulang dan pengelolaan bekas pakai) diperlukan dengan berbagai intervensi sistem dalam inovasi pengurangan sampah plastik.

Pemerintah, melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mendorong penerapan ekonomi sirkular (circular economy) untuk mencapai target perubahan iklim Indonesia.

Ekonomi sirkular merupakan pendekatan secara industri terhadap praktik reduce, reuse, recycle yang mengarah pada pengurangan konsumsi sumber daya primer dan produksi limbah.

Menurut Kementerian tersebut, penerapan ekonomi hijau dan sirkular dapat berpotensi menciptakan 4,4 juta lapangan pekerjaan baru pada tahun 2030, dimana tiga perempatnya dapat diisi oleh kaum perempuan.

Mendukung tata kelola yang lebih pengurangan sampah plastik dan merayakan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2022, anggota Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (Climate, yang terdiri dari Belantara Foundation, Dompet Dhuafa, Climateworks Centre, Greeneration Foundation, dan Filantropi Indonesia mengusung tema besar #AsikTanpaSampahPlastik. Rangkaian kegiatan akan berlangsung dari tanggal 11 hingga 22 April 2022.

Gerakan ini juga mendukung gerakan sebelumnya pada tahun 2020 dengan tagline yang hampir sama, yakni ‘Kurban Asik Tanpa Sampah Plastik’.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2