Diskusi Virtual tentang Isu Ekonomi Sirkular di Balik FABA dan Limbah B3 Lainnya

Klikhijau.com – Beberapa pekan terakhir, kita disesaki oleh polemik seputar dikeluarkannya limbah abu batubara atau Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari kategori bahan berbahaya. Isu paling menonjol di b...

Diskusi Virtual tentang Isu Ekonomi Sirkular di Balik FABA dan Limbah B3 Lainnya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Beberapa pekan terakhir, kita disesaki oleh polemik seputar dikeluarkannya limbah abu batubara atau Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari kategori bahan berbahaya.

Isu paling menonjol di baliknya adalah upaya setiap industri mengelola FABA yang dihasilkannya. Apakah ini bisa berjalan efektif atau justru sebaliknya bakal menambah beban lingkungan?

Pemanfaatan FABA (Fly Ash Bottom Ash), walaupun telah dilakukan di banyak negara, sesungguhnya mengandung risiko besar, sehingga harus selalu dilaksanakan dengan ekstra hati-hati.

Banyak pihak yang mengaitkan pemanfaatan FABA, dan juga limbah B3 lainnya, dengan ekonomi sirkular (circular economy) atau CE.

Namun, sesungguhnya hal itu kuranglah tepat, karena CE memersyaratkan desain sejak awal. Kalau tidak demikian, itu lebih tepat disebut sebagai pemanfaatan limbah belaka.

Dari sudut pandang keberlanjutan, CE merupakan syarat perlu namun bukan syarat cukup. Tantangan keberlanjutan seperti krisis iklim dan kehilangan keanekaragaman hayati memerlukan beragam pendekatan yang benar-benar terpadu, dalam skala dan kecepatan yang memadai, dengan CE sebagai salah satu komponennya.

Oleh karenanya, pemanfaatan FABA perlu ditempatkan secara proporsional. Ia hanya akan menjawab satu isu, yaitu limbah PLTU, sehingga hal ini tak bisa dan tidak boleh dijadikan justifikasi meneruskan operasi atau bahkan mendorong ekspansi PLTU batubara.

Sama dengan negara-negara lain, Indonesia perlu melakukan transisi menuju energi terbarukan untuk menghindari bencana iklim.

Isu krusial ini direspons dalam Diskusi Lanjut NgoPI #3 oleh Thamrin School of Climate Change and Sustainability.

Lanjut NgoPI adalah forum dialog regular Thamrin School of Climate Change and Sustainability untuk membahas berbagai isu mutakhir yang terkait dengan perubahan iklim dan keberlanjutan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2