Di Tangan Ilmuwan, Bioplastik Bersalin Wajah jadi Pupuk

Klikhijau.com –  Pemakaian plastik memang masih tinggi. Apalagi plastik  sekali pakai. Dan itu jadi salah satu masalah lingkungan yang utama dan meresahkan. Plastik mencemari segala sesuatu yang ad...

Di Tangan Ilmuwan, Bioplastik Bersalin Wajah jadi Pupuk
Bacakan Artikel

Klikhijau.com –  Pemakaian plastik memang masih tinggi. Apalagi plastik  sekali pakai. Dan itu jadi salah satu masalah lingkungan yang utama dan meresahkan.

Plastik mencemari segala sesuatu yang ada di bumi. Plastik sudah ditemukan di tempat-tempat terpencil, mulai dari Palung Mariana hingga Gunung Everest .

Meski daur ulang plastik gencar digalakkan, namun hanya sekitar 14 persen saja yang benar-benar didaur ulang.

Untuk menyelesaikan masalah plastik ini,  banyak yang berpendapat, termasuk para ahli bahwa solusinya adalah menciptakan sistem melingkar. Di mana plastik digunakan kembali, jangan langsung dibuang.

Jalan inilah yang coba diterobos oleh tim peneliti yang berbasis di Tokyo. Mereka telah mengembangkan cara untuk mengubah plastik berbasis bio (bioplastik) menjadi pupuk.

Para peneliti itu mengatakan, temuannya memiliki implikasi yang lebih luas untuk penggunaan kembali plastik, bukan hanya yang berbasis bio saja.

"Kami yakin bahwa pekerjaan kami merupakan tonggak menuju pengembangan bahan polimer yang berkelanjutan dan dapat didaur ulang dalam waktu dekat. Era 'roti dari plastik' sudah dekat." kata rekan penulis studi dan asisten profesor Institut Teknologi Tokyo, Daisuke Aoki dalam siaran persnya seperti dikutip dari ecowatch.com, Jumat, 5 November 2021.

Penelitian mereka ini  dipublikasikan oleh Green Chemistry, Kamis lalu. Penelitiannya  berfokus pada plastik poly(isosorbide carbonate) (PIC) berbasis bio .

Terbuat dari biomassa

Plastik berbasis bio adalah plastik yang terbuat dari biomassa yang telah diusulkan sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan untuk plastik berbasis minyak bumi.

PIC khususnya dibuat dari monomer yang disebut isosorbide (ISB), produk sampingan glukosa yang tidak beracun.

ISB dapat diubah menjadi pupuk melalui proses yang disebut ammonolisis: Amonia digunakan untuk memisahkan karbon yang menghubungkan monomer ISB. Ini menciptakan urea, yang merupakan zat kaya nitrogen yang membuat pupuk populer.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2