Di Pulau Larea-rea yang Sepi, Mahasiswa Jepang dan Unhas Lepas Tawa

Klikhijau.com – Memulai tulisan ini serupa memulai petualang kecil yang menawarkan banyak kejutan. Ketika tiba di pelabuhan Cappa Ujung, Sinjai Jumat pagi, 20 September 2019 lalu, yang bermukim di...

Di Pulau Larea-rea yang Sepi, Mahasiswa Jepang dan Unhas Lepas Tawa
Bacakan Artikel

Kucing itu entah bagaimana ia datang ke pulau itu. Kepala saya di penuhi pertanyaan mengenainya. Barangkali dibawa pengunjung atau warga setempat.

Karena rasanya tak mungkin kucing-kucing itu berenang dari satu pulau ke pulau lainnya

Atau kucing itu memburu ikan yang asyik berenang lalu terseret ombak hingga tiba di pulau Larea-rea?

Di pulau yang hanya berpenghuni dua ekor kucing itulah, mahasiswa Universitas Kobe Jepang dan mahasiswa Unhas melepas tawa. Melerai Larea-rea dari kungkungan sepi yang telah sangat ranum.

"Jika menggunakan kapal, bisa ditempuh satu jam lebih, namun jika speed boat, hanya kisaran 20 menit," tambah Husain, dari Kodim 1424 Hasanuddin Sinjai.

Pernyataan Husain memang terbukti, dibuktikan oleh rombongan Cabang Dinas Kelautan Bosowasi, yang dikomandoi langsung oleh Suhartono, Kepala CKD Bosowai.

Rombongan mereka lebih cepat sampai daripada kami yang naik kapal.

Di-Pulau-Larea-rea,-Mahasiswa-Jepang-dan-Unhas-Lepas-Tawa

Ikut kapal penumpang atau langsung ke Larea-rea

Tak sulit jika ingin ke Larea-rea, berjalan saja menuju pelabuhan Cappa Ujung, kapal-kapal di sana bisa mengantar. Pilihannya ada dua, ikut kapal penumpang atau langsung ke Larea-rea.

Jika ikut kapal penumpang lebih murah, hanya 15 sampai 20 ribu, namun harus ke pulau lain dulu, dari pulau lain yang ada di Kecamatan Pulau Sembilan, kamu bisa menyewa lagi kapal yang akan untuk mengantarmu ke Larea-rea.

Namun jika ingin carter kapal, khususnya speed boat menyentuh angka empat ratusan rupiah.

Hanya jika ingin berkunjung perlu diingat pulau itu hanya akan ramai dikunjungi di hari libur, selepas itu, hanya akan dihuni 2 ekor kucing. Sepi akan menerkam di sana.

Jika ingin berkunjung, tak usah risau oleh lelah atau mabuk laut, sebab begitu sampai di pulau itu, segala lelah dan penat akan raib. Tawamu akan lahir dengan sangat ikhlas saat bermain di lautnya yang di dasarnya dihuni pasir putih yang puitik.

Mahasiswa asal Jepang dan Unhas serta beberapa orang yang ikut, termasuk dari rombongan CKD Bosowasi membuktikannya, tawa mengalir dari mereka, melerai sepi Larea-rea.

Sudah saya katakan di awal tulisan ini, memulainya serupa memulai petualang kecil yang menakjubkan. Kini, setelah kunjungan saya yang tak terduga. Segala perihal tentang pulau itu tumpah ruah dalam ingatan.

Perihal ombaknya yang lembut, pemandangannya yang eksotis, dan anginnya yang melenakan. Jika ingin berkunjung siapkan air minum, upayakan bukan air kemasan plastik sehingga tak menyisakan sampah plastik yang bisa mengabutkan pesona Larea-rea.

Oya, jika boleh saya sarankan, jangan menua sebelum ke Pulau Larea-rea Sinjai.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2