Di Bekasi, Adipura akan Memakan Korban

Klikhijau.com – Dua laga jelang berakhirnya putaran Liga 1 2018 silam, Widodo Cahyono Putro mundur dari kursi kepelatihan Bali United. Widodo mundur karena gagal meraih kemenangan di tiga laga beruntu...

Di Bekasi, Adipura akan Memakan Korban
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Poin kedua, katanya, tentang pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, di Kecamatan Bantargebang yang dianggap konvensional atau manual.

Sistem yang diterapkan masih memakai urugan tanah, seharusnya pemerintah daerah sudah melakukan industrialisasi sampah dengan memakai konsep sanitary landfill.

"Dua faktor itu yang membuat kita selalu kalah. Untuk itu, kami akan memperbaikinya dan agar tahun mendapatkan piala Adipura," ujarnya.

Ketua Komisi 1 DPRD Kota Bekasi, Chairoman J Putro mengatakan, sebenarnya Kota Bekasi sempat mendapat penghargaan Adipura pada tahun 2010. Hanya saja penghargaan itu dicabut karena diduga tersandung hukum. "Tapi setidaknya pernah menerima meski sesudah itu dicabut lagi," katanya

Chairoman menilai, pemerintah daerah tidak memiliki gerakan masif Adipura. Seharusnya, kata dia, pemerintah lebih menggandeng peran masyarakat agar lebih aktif sehingga kekurangan dalam pencapaian Adipura bisa terisi.

"Gerakan Adipura belum menjadi gerakan masyarakat, itu yang paling krusial," jelasnya.

Program Adipura telah dilaksanakan setiap tahun sejak 1986, kemudian terhenti pada tahun 1998. Dalam lima tahun pertama, program Adipura difokuskan untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi "Kota Bersih dan Teduh".

Program Adipura kembali dicanangkan di Denpasar, Bali pada tanggal 5 Juni 2002, dan berlanjut hingga sekarang.

Pengertian kota dalam penilaian Adipura bukanlah kota otonom, namun bisa juga bagian dari wilayah kabupaten yang memiliki karakteristik sebagai daerah perkotaan dengan batas-batas wilayah tertentu.

Jika benar Jumhana Luthfi mundur dari jabatannya sebagai Kepala Dinas LH Kota Bekasi, maka barangkali itu akan jadi cerita pertama di negeri ini, seorang Kepala Dinas LH mengundurkan diri karena gagal meraih piala adipura.

Mundur karena merasa gagal seperti yang dilakukan Widodo Cahyono Putro, tentu bukanlah aib. Tapi, sebuah bukti tanggung jawab yang patut diacungi jempol.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2