Desk Koordinasi Penanganan Karhutla, Modal Indonesia Menghadapi krisis triple planetary

Klikhijau.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih jadi ancaman yang belum terselesaikan. Setiap tahun kejadian karhutla terus terjadi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegahnya. Ter...

Desk Koordinasi Penanganan Karhutla, Modal Indonesia Menghadapi krisis triple planetary
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih jadi ancaman yang belum terselesaikan. Setiap tahun kejadian karhutla terus terjadi.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegahnya. Terbaru  pelaksanaan rapat koordinasi dan peluncuran Desk Koordinasi Penanganan Karhutla oleh Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) bersama dengan kementerian/lembaga terkait di Jakarta, pada Kamis, 13/03/2025 lalu

Peluncuran tersebut mendapat sambutan hangat dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Menko dan jajaran, serta para Pimpinan Kementerian/Lembaga, TNI POLRI dan Kejaksaan Agung, serta para Gubernur.

“Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Menko dan jajaran atas Peluncuran Desk Koordinasi Pengendalian Karhutla, juga atas fasilitasi dan kerjasama semua pihak yang telah terbangun dengan baik sampai dengan saat ini, khususnya dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” ujar Menhut dalam rapat koordinasi tersebut.

Desk Koordinasi Penanganan Karhutla, lead sector-nya adalah Kepala BNPB, Menteri Kehutanan, Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Lingkungan Hidup.

Merupakan arahan presiden

Menko Polkam Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan pada konferensi pers di kantor Kemenko Polkam menyatakan, pembentukan Desk Koordinasi Penanganan Karhutla merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menaruh perhatian besar terhadap kebakaran hutan yang memiliki dampak sangat luas, tidak hanya korban jiwa dan kerugian lingkungan, tetapi juga memiliki dampak geopolitik yang cukup signifikan karena dampak asapnya merambah lintas negara.

Menhut Raja Antoni menyebutkan jika peluncuran Desk Koordinasi Pengendalian Karhutla, menjadi momentum sekaligus modalitas bangsa dalam menghadapi krisis triple planetary, yaitu perubahan iklim (climate change), kontaminasi dan kerusakan lingkungan (degradasi lingkungan dan pencemaran) dan hilangnya keanekaragaman hayati (biodiversity lost).

Oleh karena itu, antisipasi terjadinya karhutla sangat penting untuk dilakukan melalui koordinasi yang kuat antar unsur Pusat dan Daerah. Siklus pengendalian karhutla dimulai dengan pemantauan infromasi karhutla, di mana Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah memiliki Sistem Sipongi yang menyediakan informasi karhutla. Melalui pemantauan berkala dan terus menerus akan diketahui fase-fase kejadian karhutla di Indonesia, yaitu (1) pra-krisis, (2) peringatan, (3) krisis, (4) pemulihan, dan (5) evaluasi dampak.

Indonesia bisa mencapai zero karhutla

Menhut mencontohkan, dengan antisipasi yang baik oleh semua pihak, maka tahun 2024 yang lalu yang merupakan periode El Nino lemah – La Nina, terdapat penurunan akumulasi luas karhutla sebesar ± 784.387,86 ha (68%) dibandingkan periode tahun 2023 yang merupakan periode El Nino sedang-kuat. Bahkan jika dibandingkan baseline tahun 2019 penurunan akan lebih tinggi lagi, yaitu sebesar ± 1.272.452,52 ha (77%).

“Pembelajaran dari keberhasilan penanganan karhutla tahun 2024 antara lain: kolaborasi, terpimpin, pencegahan dan penegakan hukum dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tepat waktu,” ujar Menteri Raja Antoni.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2