Depresi Bisa Disebabkan karena Kurang Beribadah, Benarkah?

Klikhijau.com – Gangguan suasana hati yang biasanya terlihat dari perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli didefinisikan sebagai depresi. Gejala ini bisa menyerang siapa saja tanpa peduli us...

Depresi Bisa Disebabkan karena Kurang Beribadah, Benarkah?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Gangguan suasana hati yang biasanya terlihat dari perasaan sedih yang mendalam dan rasa tidak peduli didefinisikan sebagai depresi. Gejala ini bisa menyerang siapa saja tanpa peduli usia.

Jika dalam 2 minggu terus-menerus merasa putus harapan dan tidak berharga, seseorang bisa dinyatakan sedang depresi. Jika mengalami hal ini, kualitas hidup penderita dapat mengalami penurunan.

Faktor penyebabnya sangat beragam. Bahkan pada sebagian orang, cuaca buruk juga bisa jadi penyebab depresi. Meskipun para pakar setuju bahwa depresi adalah gangguan otak, perdebatan tentang penyebabnya belum juga usai.

Faktor lain penyebab depresi adalah karakteristik genetik, perubahan kadar hormon, penyakit medis tertentu, stres, kesedihan, atau penyalahgunaan zat. Begitu kata spesialis kedokteran jiwa Agung Frijanto dikutip dari Liputan6.com.

Depresi, lebih sering terjadi pada wanita. Ini disebabkan karena wanita punya sifat perasa yang lebih tinggi dan lebih sering mengalami perubahan hormon.

Ada anggapan dari beberapa orang bahwa penderita depresi bisa disebabkan karena kurang berdoa atau beribadah. Meski keliru, anggapan tersebut juga tidak sepenuhnya salah karena spiritualitas juga mempengaruhi kondisi kesehatan jiwa seseorang.

Menurut Agung Frijanto setidaknya ada beberapa kondisi penyebab depresi, salah satunya adalah lemahnya spiritualitas.

"Religi atau spiritualitas itu artinya dia tidak memahami makna kehidupan atau mempelajari spiritual yang tidak benar. Itu bisa memperburuk kondisi kesehatan jiwa," kata Agung.

Semua faktor yang ada sesungguhnya saling terkait satu sama lain. Ketika seseorang memiliki perilaku dan sikap yang baik, sesungguhnya secara spiritualitas dia juga bisa dikatakan baik.

"Orang yang spiritualitasnya baik itu kan orang yang jujur, bertanggung jawab, itu manifestasi dari spiritualitas yang baik dan sehat. Dalam ilmu medis ada faktor biologis. Faktor itu bisa bawaan, di mana neurotransmitter bawaan di otak memang punya kecenderungan depresi," ungkap Agung.

Cara jaga kesehatan jiwa

Orang bisa dikatakan sehat jika jiwa dan fisiknya juga sehat. Dalam Undang-Undang Kesehatan dan Kesehatan Jiwa, sehat itu adalah sehat fisik, mental, sosial, dan spiritual. Jadi tidak hanya fisik saja tapi juga secara mental dan spiritual.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2