Debu Tanah Penutup TPA Tamangapa Beterbangan Resahkan Warga di Tengah Penurunan Pendapatan Pemulung

Debu Tanah Penutup TPA Tamangapa Beterbangan Resahkan Warga di Tengah Penurunan Pendapatan Pemulung
Kepala UPT TPA Tamangapa, Pesawatro (kanan) dan Ketua Yayasan Pabatta Ummi (Yapta-U), Makmur Payabo (kanan) di TPA Tamangapa yang sedang progress sistem sanitary landfill, - Foto: Ist/Klikhijau.com
Bacakan Artikel
Nur Adriani

Mahasiswa Magang dari Prodi Sosiologi Universitas Negeri Makassar

Klikhijau.com - Praktik pengurugan tanah dalam sistem sanitary landfill di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa Antang, Makassar, memicu persoalan lingkungan baru di tengah kemarau panjang.

Lapisan tanah yang digunakan untuk menutup tumpukan sampah mengering total akibat sengatan panas ekstrem, lalu menjelma menjadi kepulan debu pekat yang beterbangan hingga mencemari permukiman warga sekitar setiap kali dilintasi kendaraan operasional.

Kondisi tersebut mempertegas kompleksitas dampak penataan TPA Tamangapa saat ini. Kebakaran memang berhasil dihindari sepanjang musim kemarau tahun ini, tetapi sebaran debu tebal di area atas TPA justru menjadi ancaman baru bagi kesehatan masyarakat lingkar TPA.

Ketua Yayasan Pabatta Ummi (Yapta-U), Makmur Payabo, mengungkapkan bahwa partikel tanah kering penutup sampah tersebut dengan mudah membumbung tinggi dan terbawa angin saat truk-truk pengangkut bergerak melintas.

"Kalau kemarau debu sangat tebal, apalagi di bagian atas TPA. Mobil lewat langsung menghambur sampai ke rumah warga. Memang bau berkurang dibanding musim hujan, tapi debu dari tanah penutup sampah ini jadi masalah baru yang dirasakan masyarakat," kata Makmur.

Selain persoalan debu dari tanah penutup sampah, armada pengangkut limbah juga dinilai memperburuk situasi. Sebagian besar kendaraan operasional sudah berusia tua, berlubang, serta tidak dilengkapi penutup terpal yang rapat. Akibatnya, sampah residu maupun plastik beterbangan di sepanjang jalan pengangkutan. Kondisi ini dinilai kontras dengan pengelolaan di Pulau Jawa yang mayoritas menggunakan armada tertutup.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan