Daun Insulin, Obat Tradisional yang Ditakuti Penyakit Diabetes Militus

Klikhijau.com –  Daun insulin layak jadi sandaran harapan, khususnya bagi penderita diabetes melitus (DM). Itu karena daun insulin diyakini ampuh mengusir penyakit DM. Penyakit ini cukup ditakuti,...

Daun Insulin, Obat Tradisional yang Ditakuti Penyakit Diabetes Militus
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com –  Daun insulin layak jadi sandaran harapan, khususnya bagi penderita diabetes melitus (DM).

Itu karena daun insulin diyakini ampuh mengusir penyakit DM. Penyakit ini cukup ditakuti, sebab bisa jadi penyebab kematian.

Untuk masuk ke Indonesia, tanaman insulin sepertinya melakukan perjalanan panjang. Meski negara tercinta ini memiliki kekayaan hayati yang melimpah. Namun, banyak tanaman yang bukan endemik. Ia dipindahkan dari negara lain.

Tanaman insulin salah satunya. Wikipedia mencatat jika tananam ini berasal dari meksiko. Ia menyebar ke Amerika dan Asia Afrika—termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri, tanaman ini banyak dibudidayakan di daerah Wonosobo, Bandung, dan Yogyakarta.

Pembudidayaannya bukan tanpa alasan sama sekali. Sebab insulin, selain memiliki bunga yang cantik memesona, juga memiliki daya pikat sebagai tanaman obat.

Tanaman yang menyandang nama latin yang unik ini, yakni Smallanthus  Sonchifolius. Diyakni mampu membuat “keok” penyakit diabetes melitus.

DM menurut Andy Brata dan Yossie Bella Pratiwi (2019) merupakan kelompok penyakit  metabolik. Penyakit ini terjadi karena  adanya  kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang melebihi normal (hiperglikemia) akibat tubuh kekurangan insulin, baik absolut maupun relatif.

Hal paling  mengkhawatirkan dari DM ini karena setiap tahun penderitanya mengalami peningkatan. Dan menjadi pembunuh yang cukup aktif.

Semisal data yang diungkap  World Health Organization (WHO) pada tahun 2012, DM telah membunuh  sebanyak 1,5 juta orang. DM banyak menyerang negara yang berpenghasilan rendah dan sedang.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2