Daeng Halim dan Fundamental Kopi Topidi

Klikhijau.com - Aroma kopi topidi tercium dari kompetisi Cup of Exellence (COE) Indonesia 2021. Kabar ini  terkirim atas foto piagam penghargaan yang dibagikan oleh Daeng Halim melalui pesan Whatsapp,...

Daeng Halim dan Fundamental Kopi Topidi
Bacakan Artikel
Wahdyuddin Yunus

Pendiri Jurnal Warung Kopi yang aktif sebagai pemerhati lingkungan sekaligus pegiat seni

Klikhijau.com - Aroma kopi topidi tercium dari kompetisi Cup of Exellence (COE) Indonesia 2021. Kabar ini  terkirim atas foto piagam penghargaan yang dibagikan oleh Daeng Halim melalui pesan Whatsapp, medio Maret 2022.

Kabar ini juga terbaca dari dinding facebook, penghujung Desember 2021. Ucapan selamat untuk Daeng Halim, atas kiprah dan prestasi yang diraih bersama dengan kopi topidi.

"Selamat pada para pemenang COE pertama di Indonesia. Kalian adalah bagian dari sejarah perjalanan kopi Indonesia dan mampu berbicara di pentas dunia. Selamat untuk kopi Daeng Halim masuk di TOP 10 dan kopi Daeng Balengkang the best, next tahun depan masuk di 5 besar".

Atas capaian ini membangkitkan kembali ingatan dua tahun lalu, perjumpaan saya dengan Daeng Halim. Obrolan panjang yang tercipta saat itu kemudian berbuah "Cerita tentang Kopi TOPIDI, Cita Rasa yang Tersembunyi di Balik Kepopuleran Malino".

Malam itu di rumah panggung mungil, bernama Naurah Camp menjadi saksi. Sajian kopi tengah malam  bersama sosok petani kopi ini, larut dalam obrolan sejarah, kiprah, dan harapannya mengolah  kopi topidi.

Salah satu tantangan, kopi topidi belum sepopuler jenis kopi lain. Belum lagi jika kita berbicara tentang kopi di wilayah Sulawesi Selatan. Ingatan yang pertama muncul adalah Kopi Toraja dan Kopi Enrekang.

Tetapi siapa sangka, kalau satu dari 10 kopi terbaik Indonesia versi Cup Of Exelent (COE) 2021 ada di Kaki Gunung Bawakaraeng. Tepatnya di Lingkungan Topidi, Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa.

Kiprah Kopi Topidi dalam COE 2021

COE adalah salah satu kompetisi bergengsi yang selalu diikuti oleh para prosessor kopi Indonesia. Dalam event kali ini Kabupaten Gowa ikut berpartisipasi dengan mengirimkan salah satu kopi Arabika Spesialty yang dihasilkan oleh kelompok tani Parangmaha kabupaten Gowa.

Melalui Daeng Halim, petani kopi Arabika asal Topidi mengirimkan 3 jenis prosessing kopi yaitu Kopi Topidi Natural, kopi Topidi Fullwash dan Kopi Topidi Honey.

Dalam event tersebut dua jenis proses kopi Spesialty masuk ke posisi 9 dan 11 Kopi Terbaik Indonesia yaitu Proses Natural dan Fullwash. Dimana proses Natural memiliki skoring 88.14 dan Fullwash-nya 88.25.

Angka skoring yang dicapai menjadi prestasi tersendiri karena pengelolaan kopi topidi dilaksanakan oleh masyarakat sendiri.

Program Pengolahan Kopi Topidi

Pengakuan Hariman Qalbi, SP dari Dinas Peternakan dan Perkebunan Gowa, sebagaimana dilansir dari Meditek.id, Daeng Halim adalah salah satu Petani Binaan yang telah melakukan Prosesing kopi sejak 4 tahun terakhir. Dan selama perjalanan itu pula telah mengirimkan Kopi jenis Arabika Spesialty ke beberapa negara. Diantaranya, Amerika Serikat dan Australia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2