Cerita Komunitas Manggala Tanpa Sekat, Kembangkan F2 Eco Enzyme Multiguna

Klikhijau.com - Sampah menjadi permasalahan global saat ini yang mendera masyarakat. Di Beberapa wilayah di Indonesia, masalah sampah bahkan sudah menjadi situasi darurat yang kian mencemaskan. Sam...

Cerita Komunitas Manggala Tanpa Sekat, Kembangkan F2 Eco Enzyme Multiguna
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Sampah menjadi permasalahan global saat ini yang mendera masyarakat. Di Beberapa wilayah di Indonesia, masalah sampah bahkan sudah menjadi situasi darurat yang kian mencemaskan.

Sampah organik terbilang paling dominan dalam timbulan sampah yang dihasilkan dari rumah tangga. Sayangnya, sampah organik belum sepenuhnya dimanfaatkan. Sebagian besarnya hanya terbuang ke TPA bahkan bercampur dengan sampah anorganik.

Akan semakin problemati tentu saja bila skema TPA masih open dumping dimana sampah hanya tertumpuk begitu saja tanpa pengolahan lanjutan.

Satu opsi saat ini yang diupayakan adalah pengolahan sampah dapur dengan pembuatan eco enzyme. Eco enzyme merupakan cairan ajaib multiguna yang dihasilkan dari fermentasi sampah buah, sayuran dan gula merah.

Di Kota Makassar, kampanye pembuatan eco enzyme sangat intens didorong oleh Komunitas Manggala Tanpa Sekat (MTS). Komunitas ini tidak hanya intens membuat eco enzyme melalui lumbung eco enzyme MTS yang baru saja diluncurkan pada (26/02/2023) lalu, tetapi juga aktif melakukan edukasi ke warga dan komunitas.

Harapannya, semakin banyak pihak dan warga yang tertarik membuat eco enzyme. Selain dinilai efektif mengelola sampah organik, eco enzyme juga dapat dijadikan cairan ramah lingkungan untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari kebutuhan bersih lantai hingga penjernih udara.

Saat ini, Komunitas MTS telah mengembangkan eco enzyme dengan melakukan ragam eksperimen dan pengembangan. Termasuk membuat produk turunan dari eco enzyme.

Skema pembuatan F2 eco enzyme

Lalu bagaimana proses pembuatan F2 eco enzyme? Sebelum membahas ini, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu bahwa eco enzyme berbahan dasar cairan hasil fermentasi sampah dapur berupa ampas buah dan sayuran dipotongan kecil, kemudian campurkan gula dan air dengan Perbandingannya 3:1:10 (sampah dapur, gula dan air).

Fermentasi pertama itu memiliki khas dengan warna  kecoklatan dan dominan diperuntukkan untuk tanaman baik tanaman hias maupun untuk pertanian.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2