Cerita Corina, Harimau Sumatera yang Diselamatkan dari Jerat Pemburu di Pelalawan

Klikhijau.com – Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) itu bernama Corina. Jenis kelaminnya betina. Corina baru saja terbebas dari maut akibat terjerat kaki kanannya di hutan. Balai Besar Kons...

Cerita Corina, Harimau Sumatera yang Diselamatkan dari Jerat Pemburu di Pelalawan
Bacakan Artikel

[caption id="attachment_13932" align="alignnone" width="599"]Harimau sumatera Corina dalam perawatan Tim KLHK-Foto/Ist[/caption]

Naluri alaminya tetap saja ada, tidak jarang Corina menjilati lukanya untuk dibersihkan.

“Kondisi Luka Corina memang sangat parah karena seling jerat pemburu yang diperkirakan terjerat 2-3 hari sebelumnya. Bahkan, sampai menempel ke bagian tulang kakinya. Semua otot sudah rusak tetapi masih beruntung tendonnya masih baik sehingga masih ada peluang untuk sembuh dengan catatan proses penyembuhannya baik dan tidak terjadi infeksi sekunder,” kata Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Indra Exploitasia.

Indra berharap, luka Corina bisa sembuh dan setelah melewati masa rehabilitasi serta habituasi bisa dilepasliarkan Kembali ke habitat alamnya. Corina, Harimau Sumatera yang masih beruntun ketimbang kawannya yang mungkin harus mati karena jerat.

Kasus harimau terjerat lainnya

Sebelumnya juga dilakukan upaya penyelamatan Harimau Sumatera Enim di Muara Enim Sumatera Selatan pada tanggal 21 Januari 2020. Saat ini direhabilitasi di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Lampung.

Selain itu Harimau Sumatera Batua di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Lampung pada tanggal 2 Juli 2019, yang saat ini direhabilitasi di Taman Satwa Lembah Hijau Lampung.

Juga ada Harimau Sumatera Sopi Rantang di Kabupaten Agam Sumatera Barat pada tanggal 18 April 2018. Dan Harimau Sumatera Bujang Ribut di Lubuk Kilangan Padang Sumatera Barat pada tanggal 28 Agustus 2018.

Penyelamatan juga dilakukan untuk Harimau Sumatera Dara di Subulussalam Aceh yang karena konflik lalu diperangkap pada tanggal 6 maret 2020 oleh petugas. Tetapi langsung dilepasliarkan kembali ke dalam Kawasan Taman Nasioanal Gunung Leuser.

"Sementara di 2016 silam ada upaya penyelamatan Harimau Sumatera dari jerat pemburu yang tidak kalah dramastisnya yaitu, Harimau Sumatera betina Gadis di Taman Nasional Batang Gadis Sumatera Utara dan Harimau Sumatera jantan Monang di hutan Desa Parmonangan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara,” lanjutnya.

Indra menambahkan bahwa, Harimau Sumatera yang sehat dan memenuhi syarat untuk dilepasliarkan. Juga akan dilakukan pelepasliaran secepatnya setelah melalui masa rehabilitasi dan calon lokasi pelepasliaran ditentukan melalui kajian habitat.

Kajian habitat perlu dilakukan sebelum Harimau dilepasliarkan ke alam antara lain, ketersedian satwa mangsa, dukungan ekologi, sumber air mencukupi dan aspek sosial ekonomi masyarakat sekitar serta tentunya endemisitas Habitat Harimau Sumatera.

Langkah KLHK

 Dalam upaya penanggulangan konflik satwa liar, KLHK telah membentuk 18 Wildlife Rescue Unit (WRU) di UPT Ditjen KSDAE. Pembentukan WRU bertujuan untuk respon cepat penanganan langsung satwa yang terlibat konflik dengan manusia, penyelamatan, translokasi dan proses mengembalikan satwa korban konflik kembali ke habitatnya.

KLHK terus melakukan berbagai upaya mengurai gangguan terhadap habitat satwa liar. Diantaranya melakukan patroli operasi jerat. Menurunkan laju kerusakan hutan, pembinaan habitat dan populasi satwa liar.

Serta mencegah fragmentasi dan gangguan habitat terutama di kawasan hutan konservasi, hutan lindung dan kawasan perlindungan setempat lainnya.

Pelestarian satwa dapat berhasil apabila semua pihak bekerja bersama. Dimulai dari mendorong kesadaran semua pihak akan nilai penting Harimau Sumatera. Hingga terbentuknya kemandirian penanganan konflik tingkat tapak dalam rangka membantu pemerintah dalam konservasi Harimau Sumatera.

"Harapan kita semua ditengah situasi pandemi covid-19, kita perlu lebih mawas diri dan waspada dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Bahwa satwa liar memiliki peran penting dalam relung ekologi,” jelas Indra.

Karenanya, kata Indra kita perlu menjaga dan melestarikan alam beserta isinya. “Konservasi Harimau Sumatera harus diupayakan semaksimal mungkin demi kelestarian salah satu satwa kebanggaan Indonesia ini,” pungkasnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2