Catat, Ini 5 Kebijakan Ekonomi Biru yang Jadi Agenda Prioritas Indonesia
Klikhijau.com - Ekonomi biru (blue economy) adalah istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Gunter Pauli pada tahun 2010 melalui bukunya yang berjudul The Blue Economy: 10 years – 100 innovati...
Klikhijau.com - Ekonomi biru (blue economy) adalah istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Gunter Pauli pada tahun 2010 melalui bukunya yang berjudul The Blue Economy: 10 years – 100 innovations – 100 million jobs.
Tujuan dari ekonomi biru adalah untuk memanfaatkan sumber daya laut berkelanjutan demi menjaga lingkungan, mendukungan pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ekonomi biru meliputi banyak bidang, di antaranya pariwisata, transportasi air, perikanan, energi terbarukan, pengelolaan limbah hingga mitigasi perubahan iklim.
Potensi ekonomi biru sangat penting sebagai sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dengan adanya program ini diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat regional dan nasional, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, meningkatkan devisa negara, dan meningkatkan penerimaan pajak negara.
[irp]
Inovasi dan kreativitas merupakan titik focus dari ekonomi biru. Hal ini meliputi keragaman produk, efisiensi sistem produksi, dan penataan sistem manajemen sumber daya.
Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki 5 kebijakan ekonomi biru yang menjadi agenda prioritas, yakni:
-
Pengawasan dan Pengendalian Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil
-
Pembersihan Sampah Plastik di Laut melalui Gerakan Partisipasi Nelayan atau Bulan Cinta Laut
-
Pembangunan Budidaya Laut Pesisir dan Darat yang Berkelanjutan
-
Penangkapan Ikan Terukur Berbasis Kuota
-
Memperluas Kawasan Konservasi Laut