Cara Menanam Cabai Rawit agar Tumbuh Subur dan Berbuah Terus
Klikhijau.com – Bagaimana cara menanam cabai rawit agar tumbuh subur? Memang banyak yang kadang gemmes perihal ini. Menanam cabai susah-susah gampang. Selain kadang mati sebelum saatnya berbuah, tanam...
Klikhijau.com – Bagaimana cara menanam cabai rawit agar tumbuh subur? Memang banyak yang kadang gemmes perihal ini. Menanam cabai susah-susah gampang. Selain kadang mati sebelum saatnya berbuah, tanaman ini disukai beragam hama semisal lalat buah.
Padahal, cabai rawit sangat dibutuhkan dalam keseharian. Apalagi dengan rasa pedasnya yang bikin ketagihan dan dapat menaikkan selera makan. Punya tanaman ini di samping rumah tentu membahagiakan, apalagi jika sudah bisa dipanen setiap saat.
Cabai rawit ternyata mengandung banyak vitamin yang sangat berguna bagi Kesehatan yakni protein (15 mg), kalsium (150 mg), Fe (9 mg), Vitamin A (1000 Si), Vitamin B1 (0,5 mg), Vitamin C (10 mg), lemak (11 mg), karbohidrat (33 mg), dan air (8 mg).
Nah, agar tanaman cabai yang Anda tanam tumbuh subur, berikut tips sederhana dari Khaerunnisa, seorang petani milenial di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Nisha sapaan akrabnya sangat intens menanam sayuran organik Bersama komunitasnya “YouTanam”.
[irp]
Langkah pertama: pemilihan bibit
Pilihan bibit berkualitas sangat penting agar tanaman cabai tumbuh baik. Bibit cabai berlabel panah merah banyak disarankan pencinta tanaman, namun pengalaman Nisha menarik dicoba. Yah, Nisha menyemai sendiri bibitnya dari tanaman cabai yang sudah berbuah.
Caranya simpel yakni pilihlah cabai berukuran paling besar yang masak di pohonnya. Buah pertama tentu lebih bagus kualitasnya, kata Nisha.
Setelah itu, bijinya diambil atau dipisahkan dari kulitnya. Biji dapat dijemur terlebih dahulu, tetapi bisa juga tidak. Biji berkualitas tadi kemudian dibibit di bambu setinggi 5 cm pakai kompos atau di botol bekas. Mengapa bambu? Karena media ini membuat bibit tanaman mudah dipindahkan.
[caption id="attachment_15498" align="alignnone" width="148"] Pembibitan cabai[/caption]
“Kalau dipindahkan akarnya tidak goyang, itulah mengapa disarankan pakai kompos juga,” jelas Nisha.
[irp]
Pemindahan bibit cabai[/caption]
Setelah bibit tanaman mulai tumbuh dengan ukuran yang cukup yakni sekitar empat atau lima daun, tanaman cabai sudah bisa dipindahkan. “Kira-kira setelah berusia dua hingga tiga minggu. Makin lama makin baik,” kata Nisha.
Di lokasi penanaman permanen, sudah disiapkan kompos di sekitarnya. Perhatikan pula pembedengan tanah sebelum menanam.
Menurut pengalaman Nisha, kalau musim hujan bedeng dibuat agak tinggi demi mengantisipasi genangan air. Sedangkan di musim kemarau, bedengnya bahkan tidak terlalu tinggi bahkan bisa langsung digalikan di tanah. Hal ini karena saat kemarau air relatif kurang.
Nah, pada galian yang sudah dibuat ditambahkan kompos secukupnya. Tanam bibit yang sudah dipindahkan tersebut di tempat galian berisi kompos. Lalu ditutupi dengan pelepah batang pisang agar tanaman tetap dingin. Ini dipasang sekitar 5 atau 7 hari, setelah itu disisihkan agar perumbuhannya lebih bebas.
[caption id="attachment_15500" align="alignnone" width="148"] Pemasangan pelepah batang pisang pada tanaman cabai[/caption]
[irp]