Cara Membuat Pupuk dari Kotoran Kelinci, ‘Booster’ Tanaman Organik

Klikhijau.com – Kelinci ternyata tak hanya menggemaskan sebagai hewan peliharaan, kotorannya juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Yah, kotoran kelinci dapat diolah sebagai booster pertumbuhan tanama...

Cara Membuat Pupuk dari Kotoran Kelinci, ‘Booster’ Tanaman Organik
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kelinci ternyata tak hanya menggemaskan sebagai hewan peliharaan, kotorannya juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Yah, kotoran kelinci dapat diolah sebagai booster pertumbuhan tanaman organik.

Setidaknya ada dua jenis kotoran kelinci yakni air kencing dan fesesnya yang berbentuk biji-biji kecil. Selain itu ada pula kotoran kelinci yang dihasilkan dari sisa rumput atau makannya. Semua kotoran kelinci tersebut dapat diolah menjadi pupuk padat maupun cair.

Uniknya, kelinci merupakan hewan peliharaan yang paling rakus makan dan mengeluarkan kotoran yang banyak. Jadi, daripada kotorannya dibuang begitu saja, lebih baik diolah sebagai pupuk organik.

Untuk diketahui bahwa kotoran kelinci memiliki kadar N, P, dan K yang tinggi dan sangat baik untuk pertumbuhan tanaman. Penasaran bagaimana cara membuat pupuk organik dari kotoran kelinci? Ikuti pembahasannya berikut ini:

Cara membuat pupuk dari kotoran kelinci

Seperti disebutkan di awal bahwa semua kotoran kelinci dapat diolah jadi pupuk. Kotoran padat atau sisa makanan dapat diolah sebagai pupuk padat.

Bagaimana caranya? Pembuatannya dilakukan melalui proses fermentasi. Kotoran tersebut ditumpuk atau dikumpulkan di atas tanah lalu ditutup dengan terpal. Penutupan dilakukan agar suhu stabil sehingga mendukung penguraian mikroba.

Setelah ditutup, biarkan sekira dua bulan lamanya. Kotoran kelinci pun akan berubah menjadi pupuk yang siap digunakan sebagai media tanam. Pupuk padat ini dapat pula dicampurkan dengan tanah.

Lalu bagaimana dengan pupuk kotoran cair? Kotoran cair yang dimaksud disini adalah air kencing kelinci. Cara membuatnya cukup mudah yakni dengan dengan memasukkan air kencing kelinci dalam wadah bak atau tong. Lalu campurkan dengan dengan tetes tebu atau gula.

Biarkan selama 2 – 4 minggu. Namun, jangan lupa memberinya lubang kecil pada tutup tong agar ada jalan keluar udara dari dalam tong.

Pupuk cair ini pun bisa digunakan sebelum tanam untuk fermentasi media tanam. Ataupun ketika tanaman sudah bertumbuh. Pupuk cair ini lebih cepat diserap oleh tanaman.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2