Cara Membuat Media Tanam Terbaik untuk Sayuran Segar

Klikhijau.com - Faktor paling penting dalam menentukan keberhasilan menanam sayuran adalah pilihan media taman (Metan) yang baik dan tepat. Perannya dapat mempengaruhi hasil produksi tanaman. Seiri...

Cara Membuat Media Tanam Terbaik untuk Sayuran Segar
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Faktor paling penting dalam menentukan keberhasilan menanam sayuran adalah pilihan media taman (Metan) yang baik dan tepat. Perannya dapat mempengaruhi hasil produksi tanaman.

Seiring berkembangnya ilmu bercocok tanam, ada tiga metode tanam yang berbeda yaitu dengan menanam langsung (dengan tanah), aeroponik (dengan udara), dan hidroponik (dengan air).

Perlu diketahui bahwa setiap jenis tanaman memerlukan Metan yang berbeda-beda tergantung pada karakteristik dan sifatnnya.

Contohnya pada tanaman buah yang memerlukan media tanam yang solid supaya dapat menopang pertumbuhan tanaman yang lebih besar sedangkan untuk jenis tanaman sayuran daun lebih membutuhkan media tanam yang lebih gembur dan mudah untuk ditembus akar.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas Metan untuk sayuran organik atau yang tidak mengandung pestisida serta pupuk kimia lainnya.

Sifat media tanam yang baik untuk tumbuhan

Sebelum membahas cara membuatnya, alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu bahwa fungsi media tanam. Jadi, media tanam berfungsi untuk menopang tanaman, memberikan nutrisi, serta menyediakan tempat akar tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang.

Media tanam dibuat sebagai pengganti tanah yang didesain lebih baik dan berdasarkan kebutuhan tanaman yang diinginkan.

Oleh sebab itu, harus dapat menggantikan fungsi tanah dengan baik untuk tanaman yang dibudidayakan (Perwitasari, B. 2012). Media tanam yang baik haruslah mempunyai sifat-sifat fisik, biologi, dan kimia yang sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman dengan syarat sebagai berikut:



  • Menyediakan unsur hara



Nutrisi yang cukup, baik makro ataupun mikro sangatlah penting untuk pertumbuhan tanaman. Ini dapat disediakan dari pupuk ataupun melalui aktivitas mikroorganisme yang ada di dalam media tanam.


  • Mempunyai porositas



Mampu menyimpan air dan oksigen serta memiliki kemampuan drainase yang baik. Ini bertujuan untuk dapat mempertahankan kelembaban tanah dan membuang kelebihan air di dalamnya. Di sisi lain, rongga tersebut harus pula dapat menyerap air dengan baik. Dengan tujuan untuk disimpan sebagai cadangan dan juga untuk mempertahankan kelembaban.


  • Mampu menopang tanaman dan menyediakan ruang tumbuh untuk akar



Media tanam baiknya pada kondisi gembur sehingga akar tanaman dapat tumbuh dengan sempurna. Namun perlu diperhatikan bila media terlalu gembur, pertumbuhan akar akan leluasa, ini dapat menyebabkan tanaman menjadi terlalu mudah lepas dan tercabut. Sebaliknya, bila terlalu padat akar tanaman akan mengalami kesulitan untuk tumbuh.


  • Tidak mengandung bibit penyakit dan hama



Hama dan penyakit yang ada di dalam media tanam bisa menyerang tanaman, efeknya dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Namun juga tidak harus steril, karena banyak mikrooganisme tanah yang sangat bermanfaat untuk tanaman, media tanam harus higienis dari hama dan bibit penyakit.

Bahan media tanam organik untuk sayuran



  • Tanah



Pada umumnya terdapat 2 tipe tanah yang perlu diperhatikan yaitu tanah lempung, tanah pasir. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2