Cakkuru (Kencur), Tanaman Obat dan Rempah yang Luput dari Perhatian

Klikhijau.com - Daeng Mamo, sepupu saya itu datang ke rumah. Ia tinggal di Makassar. Berjualan di pasar Karuwisi. Beragam jenis ia jual, termasuk sayuran dan rempah. Berselang beberapa menit setela...

Cakkuru (Kencur), Tanaman Obat dan Rempah yang Luput dari Perhatian
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

"Allemi, kuballi,I (ambil saja (panen) saya beli,” lanjutnya.

Mendengar jika ada harganya, Ayah kemudian berinisiatif ke kebun memanennya. Dan begitu sepupu keluar dari rumah. Ayah juga bersiap ke kebun.

Kenapa harus menunggu sepupu meninggalkan rumah terlebih dahulu, sebab dalam budaya Bugis- Makassar, pantang meninggalkan tamu. Itu tak sopan.

Saat Ayah pergi ke kebun. Saya juga bergeser ke TB (tandabaca). di TB  saya kemudian mencari tahu, apa manfaat cakkuru. Kenapa banyak yang mencarinya

Menurut Rohama dkk (2024) bahwa hasil uji farmakologi, kencur diklasifikasikan sebagai antineoplastik, antioksidan, vasorelaksan,  larvasida,  dan  antibakteri  sehingga  kandungannya dapat  digunakan sebagai obat untuk radang lambung, influenza, masuk angin,sakit kepala, batuk, diare, melancarkan haid, penyakit kulit, luka, dan rematik.

Pemanfaatan kencur baik pada kalangan industri maupun rumah tangga bukan hanya digunakan sebagai obat namun bisa juga sebagai makanan, minuman yang kaya akan manfaat bagi kesehatan (Soleh dan Sandra, 2019)

Sedangkan menurut Kumar (2014), kencur banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus, rokok pada industri rokok kretek. Secara empirik kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, masuk angin, sakit perut.

Selain itu kencur juga mempunyai aktivitas antiinflamasi yang diuji pada radang akut (Hasanah, 2011).

Setelah menemukan manfaat cakkuru itu, saya jadi tak terlalu kaget, kenapa sepupu saya mencarinya dan kenapa pula banyak pelanggannya yang mencari tanaman yang diduga kuat berasal dari India itu.

Mudah dibudidayakan

Ibu maupun Ayah sangat jarang sekali mengkutui cakkuru yang mereka tanam itu. Tak ada pupuk, hanya mereka mencabuti rumputnya jika telah meninggi.

Saat kemarau, tak ada drama siram menyiram. Tanaman itu tumbuh sangat mandiri. Tak manja. Ia merawat dirinya sendiri.

Saat memanennya, pun tak ribet, seperti memanen kunyit atau jahe saja. Yang sedikit merepotkan hanya saat membersihkannya, memisahkan akarnya yang kecil dari umbinya--seperti membersihkan jahe.

Menariknya, tanaman ini luput dari serangan hama babi. Babi, di kampung saya, Kindang babi adalah hama yang paling meresahkan. Nyaris tak ada tanaman berumbi yang selamat, tapi cakkuru adalah pengecualian.

Jadi, tanaman ini sangat cukup menjanjikan untuk dibudidayakan dan mendapat perhatian.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2