Buku "Merawat Rammang-rammang", Legasi Selamatkan Ekosistem Karst Sulawesi 

Klikhijau.com - Buah karya sepuluh jurnalis peduli lingkungan yang difasilitasi Mongabay Indonesia resmi diluncurkan pada Sabtu (1/4/2023) di Rumah ke-2 Rammang-rammang Maros. Karya berbentuk buku...

Buku "Merawat Rammang-rammang", Legasi Selamatkan Ekosistem Karst Sulawesi 
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Buah karya sepuluh jurnalis peduli lingkungan yang difasilitasi Mongabay Indonesia resmi diluncurkan pada Sabtu (1/4/2023) di Rumah ke-2 Rammang-rammang Maros.

Karya berbentuk buku berjudul "Merawat Rammang-Rammang: Upaya Selamatkan Ekosistem Karst Unik Sulawesi" tersebut merupakan kumpulan tulisan mengenai kekhasan karts yang patut dijaga dan dilestarikan.

Rammang-Rammang yang khas dengan gugusan karst menjadi bagian dari Kawasan Geopark Maros-Pangkep, akan diakuai secara resmi organisasi dunia, United Nations Educational Scientific and Culture Organization (UNESCO) pada awal September 2023.

Bupati Maros, H. Andi Syafril Chaidir Syam, mengungkapkan, pertemuan internasional 1 - 5 September 2023, site Karst Rammang-rammang sudah dinyatakan resmi bagian dari warisan geopark dunia oleh UNESCO.

"Kawasan dengan pesona pegunungan kapurnya yang berada di Dusun Rammang-Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ini, harus dijaga dan dirawat bersama-sama," ujar Chaidir Syam

Menurutnya, bukan hanya tugas pemerintah daerah yang merawat tapi kita semua, bahkan masyarakat dunia, karena kawasan ini sudah berstatus kawasan geopark dunia.

"Karena itu, dengan keberadaan buku merawat Rammang-Rammang yang diluncurkan hari ini akan menjadi legasi dan referensi untuk dokumen ke UNESCO," pungkasnya.

Apresiasi besar juga ia berikan kepada pihak Mongabay Indonesia dan 10 penulis yang hasil karyanya terangkum dalam buku tersebut.

Mantan Anggota DPRD itu berjanji akan menjadikan buku itu sebagai bacaan wajib bagi para siswa sekolah dasar hingga jenjang menengah atas agar mengetahui dan memahami pentingnya menjaga ekosistem karst unik Sulawesi itu.

Head of Operation Mongabay Indonesia, Ridzki R Sigit mengatakan, buku tersebut lahir dengan meramu antara pengalaman pribadi, observasi, kajian literatur dan tentunya wawancara dengan berbagai pihak pemangku kepentingan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2