Bukit Baruga dan Mimpi Kota tanpa Sampah
Klikhijau.com - Pagi itu, udara Makassar terasa segar ketika rombongan dari Bukit Baruga tiba di Balai Kota. Suasana sederhana, namun penuh makna menyelimuti ruangan tempat perjanjian kerja sama antar...
Klikhijau.com - Pagi itu, udara Makassar terasa segar ketika rombongan dari Bukit Baruga tiba di Balai Kota. Suasana sederhana, namun penuh makna menyelimuti ruangan tempat perjanjian kerja sama antara Bukit Baruga dan Pemerintah Kota Makassar ditandatangani.
Di sana, hadir Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kelmy Budiman, serta jajaran pimpinan KALLA Land.
Bagi sebagian orang, pengelolaan sampah mungkin terdengar sebagai urusan teknis yang biasa saja. Namun bagi Ricky Theodores, CEO KALLA Land & Property, hari itu adalah momentum penting.
Ia menatap lembaran MoU di depannya dengan optimisme, lalu berkata, “Reduce artinya mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, recycle berarti mengolah kembali sampah menjadi barang baru yang bermanfaat, dan reuse adalah menggunakan kembali sampah untuk fungsi yang sama atau berbeda. Intinya, kami ingin sampah ini dikelola sendiri agar bisa mendukung program kota dalam mengurangi dampak lingkungan yang buruk.”
[irp]
Ricky tahu, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari seberapa canggih fasilitas yang dibangun. Justru, langkah awal paling penting dimulai dari rumah-rumah di Bukit Baruga.
“Warga akan didorong memilah sampah sejak di dapur mereka sendiri. Sampah organik dan anorganik akan kami olah di fasilitas TPS3R, sedangkan residu yang tak bisa didaur ulang akan dikirim ke TPA,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa program ini akan mulai berjalan paling lambat Oktober 2025 dengan harapan jumlah sampah yang berakhir di TPA bisa berkurang drastis.