Budaya A’jonga akan Kembali Hadir di Takalar

Klikhijau.com -  Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulsel mengadakan Talk show bertemakan Promosi Penguatan ‘Nomadic Tourism’ Taman Buru Ko’mara Destinasi Wisata Unik Sulsel di di Café Li...

Budaya A’jonga akan Kembali Hadir di Takalar
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) KLHK menyampaikan potensi wisata alam di kawasan konservasi di Indonesia sangat banyak, mulai dari taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, termasuk taman buru.

Wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik tertarik mengunjungi objek  wisata karena keindahan kebudayaan dan wisata alamnya.

Wisata alam dengan nomadic tourism tidak mudah dilakukan karena regulasi-regulasi yang ada belum terlalu mendukung.

Selain itu, proses perijinannya memerlukan waktu yang relatif lama sehingga perlu dilakukan terobosan-terobosan.

Menjadikan Sulsel destinasi wisata bertaraf internasional

Ketua Tim Percepatan Pembangunn Daerah (TP2D) Prof. Yusran Yusuf menyampaikan misi Gubernur Sulsel salah satunya menjadikan Sulsel sebagai destinasi wisata yang bertaraf internasional.

Dalam mewujudkan itu, memerlukan kerjasama dari berbagai pihak dan pembangunan infrastruktur. Ini untuk mendukung kegiatan kepariwisataan salah satunya dengan pembangunan rest area.

Deputi Bank Indonesia mengatakan,  keindahan pariwisata alam di Sulsel  tidak kalah dengan Bali, tetapi perlu dukungan pembangunan infrastruktur.

Sektor pariwisata di Sulsel diharapkan menjadi enzim dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Peluang investasi dari sektor pariwisata perlu stimulus dari pemerintah. perbankan yang ada yang telah dibantu oleh pemerintah dalam bentuk bunga subsidi.

Dukungan pengembalian budaya a’jonga

Kepala Bappeda Kab. Takalar mengatakan apresiasi diberikan kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama membantu dan memikirkan untuk pengembangan nomadic tourism di Taman Buru Ko’mara.

Pemerintah daerah sangat mendukung untuk mengembalikan kebiasaan a’jonga yang merupakan kebudayaan yang ada di Takalar yang telah dilakukan sebelum kemerdekaan Indonesia.

Pemerintah daerah juga akan mengembangkan wisata kebun di daerah tersebut sebagai bagian dari pengembangan wisata.

Sedangkan Ketua Harian Perbakin, Irawan Abadi berharap agar Taman Buru Ko’mara ini dapat beroperasi dengan segera sebagai sarana penyaluran hobi berburu bagi anggota perbakin secara legal.

Diharapkan  dengan  pengembangan  nomadic  tourism  di  Taman  Buru  Ko’mara  dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan.

Terjaganya budaya dan kearifan lokal di daerah Takalar, meningkatkan perekonomian daerah, dan  terjaganya kelestarian hutan di kawasan tersebut.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2