Bisakah Pemkot Makassar Mencontoh Pemkot Surabaya?
Klikhijau.com - Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke Surabaya untuk sebuah urusan. Kunjungan itu adalah yang pertama. Saya penasaran dengan Kota Surabaya. Setiap kali ada yang dari Surabaya,...
Klikhijau.com - Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke Surabaya untuk sebuah urusan. Kunjungan itu adalah yang pertama. Saya penasaran dengan Kota Surabaya.
Setiap kali ada yang dari Surabaya, setiap kali itu pula mereka punya cerita baik tentang Surabaya, terutama terkait lingkungan dan penataan kotanya.
Bahkan dua bulan lalu, teman saya dan keluarganya dari Surabaya berkunjung ke Makassar dan menceritakan kehijauan Surabaya dan temperatur suhu panasnya yang turun satu derajat.
Apalagi memang saya sudah sering membaca keindahan Surabaya di sosial media.
[irp]
Saya pun tiba. Saya menyusuri kota-kota Surabaya di siang hari. Kotanya panas.
“Panasnya sepertinya saingan dengan Makassar,” kata saya pada supir Gocar yang saya tumpangi.
“Tetapi di sini udaranya lebih bersih dan lebih hijau. Jalan-jalan dipenuhi taman yang luas di bagian tengah. Taman-taman penuh bunga terdapat di beberapa titik.”
Bahkan konon, pada waktu tertentu, kembang-kembang 'sakura' bermekaran seperti layaknya di Jepang. Pernah suatu kali sedang viral di internet jika hendak menyaksikan bunga sakura seperti di Jepang, datang saja ke Surabaya. Tak perlu jauh-jauh ke Jepang.
Saya pikir berita viral itu ada benarnya juga. Kota Surabaya cukup indah dengan bunga-bunga dan penataan kota yang rapi.
Suatu kondisi yang berbanding dengan Makassar.
Alih-alih kotanya menjadi hijau, pohon-pohon justru ditebang untuk keperluan jalan tol di tengah kota. Ya, sebenarnya tidak salah. Hanya saja memang, Makassar yang gerah ditambah dengan kondisi yang makin tidak hijau membuat Makassar kalah cantik dari Surabaya.
[irp]