Bila Daun Itu Lepas
Puisi-puisi Jusiman Dessirua bila daun itu lepas 1/ Bila daun itu lepas dan tangkai-tangkainya mulai patah Mustinya kita berlindung dibawah pohon besar itu lalu menatap cakrawala, dengan lanskap...
Puisi-puisi Jusiman Dessirua
bila daun itu lepas
1/ Bila daun itu lepas dan tangkai-tangkainya mulai patah Mustinya kita berlindung dibawah pohon besar itu lalu menatap cakrawala, dengan lanskap berkibar sepenuh tiang di sana sebab barangkali, ada yang harus kita sesali barangkali, ada yang telah kita campuri urusan burung-burung itu. 2/ Bila beras, ikan hasil tangkapan tetangga atau petuah-petuah moyang telah habis dilahap kemarau panjang dengarlah nyanyian akar rimbun yang malu-malu, di dalam pohon kecil itu sebab barangkali, ada yang harus kita sesali barangkali ada yang telah kita campuri urusan pohon-pohon itu. Makassar, 21 oktober 2017 _____________________________________Menuju malino
02:30 aku masih disana Susuri bentang malam dan kabut tebal Hujan dan angin yang tergerai mengantar suara gaib jatuh di wuwungan rumah Seperti sebuah kumandang Memanggil-manggil namamu Dan aku masih di sana Di kota bunga itu Susuri bentang gelap dan kabut tebal Tak ada apapun Hanya menara mesjid, terlihat di kejauhan Tampak seperti mercusuar bagi pelaut yang tersesat Malino-19-12-2018Penulis:
Jusiman Dessirua, Mahasiswa strata Satu Univertas Negeri Makasssar. Sekarang dia sedang berusaha menulis dengan baik.