Biawak Komodo, Kadal Raksasa dan Ragam Fakta Menarik Tentangnya

Klikhijau.com – Biawak Komodo (Varanus komodensis) merupakan satu jenis kadal terbesar di dunia yang hanya ada di Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia. Satwa ini memiliki bobot yang memang besar me...

Biawak Komodo, Kadal Raksasa dan Ragam Fakta Menarik Tentangnya
Bacakan Artikel



  • Sejarah penemuannya



Hal pertama yang menarik diketahui dari satwa khas NTT ini adalah tentang sejarah penemuannya.

Keberadaan Biawak komodo dilaporkan pertama kali pada tahun 1910 oleh J.K.H. Van Steyn. Laporan tersebut diperkuat oleh P.A Ouwens tahun 1920, seorang curator dari museum Zoologi Bogor. Ouwens pula yang kemudian memberi nama ilmiah pada kadar besar ini varanus komodensis.

Pemberian nama ilmiah ini mengacu  pada nama tempat ditemukannya satwa ini yaitu Pulau Komodo. Masyarakat lokal di NTT menyebut biawak komodo dengan nama ora. Di kawasan lain lebih familiar pula dengan nama  mbou/mbau, rugu atau buaya darat.

Dalam Bahasa inggris satwa ini dinamai komodo monitor atau komodo dragon. Dalam Bahasa Indonesia lebih populer dengan nama Biawak komodo dan secama umum dikenal dengan sebutan Komodo.



  • Status konservasi



Secara nasional, Komodo tergolong satwa nasional berdasarkan Keppres no.4 tahun 1992. Adapun status konservasi satwa ini adalah Appendix 1: CITES (Convention on International Trade of Endangered Species) yang berarti  Biawak komodo masuk daftar terancam punah akibat dari segala bentuk perdagangan satwa internasional.


  • Keunikan pada kelopak matanya



Mata komodo sangatlah unik yakni memiliki dua jenis kelopak mata bagian luar yang berfungsi untuk menutup mata. Sedangkan bagian dalam berupa lapisan kartilago yang secara rutin menyapu permukaan mata dari arah samping.


  • Memiliki gigi-gigi yang tajam



Komodo memiliki rahang kuat yang dilengkapi dengan 60 gigi-gigi yang tajam berbentuk pipih. Gigi dapat tumbuh hingga 2 cm, berfungsi untuk mencengkram dan mengoyak mangsa.

Fakta menarik lainnya adalah air liur satwa ini mengandung beberapa jenis mikroba bakteri. Komodo juga dipercaya mempunyai kelenjar bisa.



  • Memiliki indra penciuman yang sangat tajam



Komodo memiliki indra penciuman yang sangat tajam. Hal itu karena satwa ini memiliki organ Jacobson di bagian langit-langit rongga mulut. Organ ini merupakan sensor syaraf yang berfungsi untuk mendeteksi partikel kimia (aroma) yang ditangkap oleh ujung lidah dari udara maupun permukaan tanah untuk kemudian informasinya dikirimkan ke otak.

Menariknya, indera penciuman satwa ini memiliki peran utama dari telinganya yang hanya berfungsi menjaga keseimbangan dan pendengaran.



  • Merupakan hewan penyendiri



Komodo merupakan hewan soliter (penyendiri) yang memang jarang ditemukan hidup berkelompok. Komodo dewasa dengan berat badan sekira 20 kilogram dan kondisi siap kawin biasanya tinggal di daerah lembah tanpa berinteraksi satu sama lain, kecuali saat memburu mangsa serta saat musim kawin. Atau saat sesama pejantan dewasa berkelahi untuk memperebutkan betina.


  • Satwa pemakan mangsa semua ukuran



Komodo merupakan predator puncak dalam rantai makanan. Mereka adalah satwa pemakan daging yang bisa memakan mangsa dari berbagai ukuran, mulai dari serangga, telur, reptil, burung, babi hutan, rusa, kuda hingga kerbau. Bahkan terkadang juga memangsa sesama Komodo.

Itulah perkenalan dengan Komodo dan fakta menarik tentangnya, semoga menambah wawasan kita semua!

*Sumber: Buku Panduan Lapangan Biawak Komodo, Yayasan Komodo Survival Program 2017

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2