Berlabuh ke Labu Siam, Manfaat dan Cara Budidaya Agar Berbuah Maksimal

Klikhijau.com - Labu siam atau jipang (Sechium edule) merupakan tumbuhan sayur. Ia  berasal dari suku labu-labuan (Cucurbitaceae). Bagian yang kerap dijadikan sebagai sayur adalah buahnya dan pucuk...

Berlabuh ke Labu Siam, Manfaat dan Cara Budidaya Agar Berbuah Maksimal
Bacakan Artikel

Labu siam juga memiliki ragam manfaat, di antaranya dapat membantu menurunkan berat badan, mencegah bayi lahir cacat, menurunkan kolestrol, mencegah penyakit kanker, dan sebagai sumber stamina.

Manfaat lain yang dikandung tanaman ini adalah dapat mencegah penuaan diri, sebagai sumber antioksidan, mengobati batu ginjal, mencegah sembelit, hingga mencegah penyakit jantung dan anemia.

[caption id="attachment_28842" align="aligncenter" width="650"] Daun labu siam-foto/Ist[/caption]

Cara budidaya labu siam

Labu siam adalah jenis tanaman yang mudah tumbuh. Ia bisa tumbuh pada daerah tinggi hingga dataran rendah.

Namun, daerah yang paling disukai adalah pegunungan yang berhawa dingin dan lembap. Jika ingin membudidayakan labu siam, berikut langkah sederhana yang bisa dilakukan



  • Lakukan pembibitan



Pembibitan labu siam sangat mudah. Cukup ambil buah yang telah tua. Simpan ditempat teduh hingga bertunas.

Jika telah bertunas, pindahan ke lahan yang ingin ditanami. Bibitnya bisa ditanam ke tanah atau hanya diletakkan saja.



  • Siapkan lahan tanam



Labu siam bisa tumbuh meski tanpa ditanam pada lubang. Namun, menanamnya ke dalam lubang akan lebih baik.

Tanah yang akan ditanami dibuat lubang-lubang dengan ukuran 50 cm x 50 cm dan dalam 40 cm. Jarak antar lubang 3 meter dan antar baris 5 meter.

Karena tanaman ini adalah tanaman rambat, maka atur jaraknya semaksimal mungkin, setiap lubang beri pupuk kendang atau kompos.



  • Penanaman



Setelah membuat lubang, tanamlah bibit labu siam ke dalam lubang, lalu timbun. Upayakan timbunannya tidak terlalu menumpuk, agar terhindar dari pembusukan akar.


  • Perawatan



Perawatan tanaman dari ordo Violales  ini tidaklah terlalu rumit. Namun, jika mulai tumbuh, maka harus dibuatkan tempat rambat, semisal para-para atau merambatkannya ke atas pohon atau batu.

Apabila daunnya terlalu lebat, maka perlu dilakukan pemangkasan pada daunnya.



  • Pembasmian hama



Ancaman setiap tanaman adalah hama, termasuk pula labu siam. Karena itu perlu dilakukan pembasmian hama agar tidak mengusik pertumbuhan tanaman ini.

Hama yang paling sering ditemui pada tanaman ini adalah ulat grayak. Ulat ini sangat mengganggu karena suka memankan daun dan hanya menyisakan tulang daun tersebut.

Ulat ini aktif pada malam hari. Pada siang hari ia akan berlindung di tanah. Untuk mencegahnya tanaman perlu dibersihkan dari berbagai jenis gulma dan dapat disemprotkan sedini mungkin dengan menggunakan azodrine.

Selain itu ada pula kepik, kepik dapat menyerang dengan membuat tusukan pada labu siam tersebut sehingga membuat buah tersebut menjadi berjamur apabila terkena hujan.

Selanjutnya adalah penyakit layu  yang disebabkan oleh jamur Fusarium sp, dan ancaman lainnya adalah ayam, sebab daun tanaman ini disukai oleh ayam.



  •  Masa panen



Labu siam termasuk tanaman yang cepat panen, waktunya hanya sekitar empat bulan saja. Setelah panen pertama dilakukan, panen berikutnya dapat dilakukan seminggu sekali.

Namun, jika ingin produktivitas tetap terjaga, sebaiknya ganti tanaman labu siam yang lama dengan tanaman labu siam yang baru, setelah produktivitasnya menurun.

Jadi, semoga bermanfaat.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2