Berkat Embrio Buatan, Badak Putih Bisa Diselamatkan dari Kepunahan

Klikhijau.com – Saat ini, hanya terdapat dua badak putih di dunia. Sudan, badak putih jantan terakhir di dunia mati 2018 lalu. Sudan mati pada usia 45 tahun di Kenya. Kematian Sudan membuat pejanta...

Berkat Embrio Buatan, Badak Putih Bisa Diselamatkan dari Kepunahan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Saat ini, hanya terdapat dua badak putih di dunia. Sudan, badak putih jantan terakhir di dunia mati 2018 lalu. Sudan mati pada usia 45 tahun di Kenya.

Kematian Sudan membuat pejantan badak putih resmi punah. Sudan meninggalkan putri serta cucunya sebagai dua badak terakhir dari jenisnya.

Namun sekarang, subspesies yang terancam punah ini memiliki peluang baru untuk bertahan hidup. Dikutip dari Livescience.com, dua embrio yang dibuat di laboratorium dapat tumbuh hingga dewasa.

Sebagaimana dilaporkan ABC News, tim konservasi berhasil mengambil sampel genetik dari Sudan sebelum dia disuntik mati. Melalui teknologi fertilisasi in vitro (IVF), dokter hewan berusaha melakukan inseminasi buatan kepada dua betina yang masih tersisa untuk mencegah kepunahan.

Tim peneliti internasional telah bekerja untuk menyelamatkan badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni). Setelah para peneliti berhasil membuahi dua dari telur-telur ini, selanjutnya adalah menanamkan embrio buatan di dalam rahim subspesies yang sama, badak putih selatan.

“Seluruh tim telah mengembangkan dan merencanakan prosedur ini selama bertahun-tahun. Kami mencapai tonggak penting yang memungkinkan kami merencanakan langkah masa depan dalam program penyelamatan badak putih utara,” Thomas Hildebrandt, seorang ahli biologi dari Institut Leibniz untuk Penelitian Kebun Binatang dan Satwa Liar di Jerman.

Terakhir dari jenisnya

Badak putih utara kemungkinan punah di alam liar pada tahun 2007 atau 2008. Meski sejumlah kecil hewan bertahan hidup di kebun binatang, sebagian besar individu yang menua atau memiliki masalah kesehatan menghalangi mereka membawa anak-anaknya.

Badak betina yang tersisa, Najin dan Fatu, lahir di Kebun Binatang Dvr Králové di Republik Ceko dan sekarang tinggal di Ol Pejeta Conservancy di Kenya.

Tidak ada yang bisa membuat embrio mereka terjadi hingga ke pembuahan. Najin terlalu tua, dan Fatu memiliki masalah rahim yang membuat kehamilan tidak mungkin.

Namun pada akhir Agustus, para ilmuwan berhasil memanen telur dari kedua badak betina. Para peneliti kemudian menggunakan prosedur yang disebut injeksi sperma intra sitoplasma untuk membuahi telur dengan sperma beku dari dua jantan badak putih utara bernama Suni dan Saut. Suni meninggal pada 2014, dan Saut meninggal pada 2006.

Menurut salah satu peneliti yang terlibat, Cesare Galli, dari Laboratorium Avantea di Cremona, Italia, dari 10 telur yang dipanen, tujuh cocok untuk pembuahan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2