Benarkah Banjir di Sebagian Sulsel Terjadi Karena Takdir Tuhan?

Klikhijau.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma) menerbitkan enam arahan pengendalian banjir di...

Benarkah Banjir di Sebagian Sulsel Terjadi Karena Takdir Tuhan?
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Kendati demikian, Andang tak menampik jika kompleksitas masalah banjir tidak lepas dari persoalan hutan yang kian banyak beralih fungsi menjadi lahan pertanian, perkebunan pertambangan maupun permukiman.

Akhirnya, kejadian bencana alam seperti banjir dan longsor tidak terhindarkan. Kawasan-kawasan hutan dan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sebelumnya berfungsi jadi daerah penyangga daerah di bawahnya dari bencana dan sebagai daerah tangkapan serta  penyedia air.

"Pemandangannya kini semakin banyak difungsikan untuk berbagai kegiatan pembangunan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Alhasil dari tekanan aktivitas pembangunan dari tahun ke tahun semakin berdampak buruk terhadap kualitas lingkungan. Dan itu terlihat ketika di tahun 2004 lalu, saya berada di kota Malino Gowa ketika terjadi longsor di lereng Gunung Bawakaraeng yang membawa perubahan derastis hingga saat ini," ungkap Andang.

Andang menambahkan, kejadian bencana alam seperti banjir dan longsor di penyangga kota Makassar. Yakni Kabupaten Gowa sudah menjadi agenda tahunan yang berlangsung dari tahun ketahun.

"Kerusakan lingkungan yang terus meluas tentu akan berdampak buruk terhadap timbulnya bencana. Semakin besar dan semakin mengancam kehidupan manusia dan makhluk hidup lain yang ada di dalamnya,"Andang memungkasi.

Sementara data yang dihimpun terkait gambaran tiga daerah aliran sungai besar yang meluap, dan merendam Makassar, Gowa dan Maros. Diantaranya, Sungai Jeneberang dari mulut sungai hingga selat Makassar panjangnya 80 Km, dengan ukuran cekungan DAS 860 Km2.

Sungai Tallo, adalah sungai yang membelah kota Makassar. Dan  sungai ini bermuara di 2 kabupaten/kota antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, dan bermuara di Selat Makassar. Sungai Tallo memiliki panjang 10 Km.

Sementara Sungai Maros yang sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Maros. Hulu sungai ini berada di Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, dan muara Sungai Maros berada di Selat Makassar.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2