Belantara Foundation Paparkan Program Agroforestri Lahan Gambut di COP-27 Mesir

Klikhijau.com - Paviliun Indonesia hadir selama dua pekan dalam acara COP ke-27, United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) mulai 6 November 2022 hingga 18 November 2022. Pavili...

Belantara Foundation Paparkan Program Agroforestri Lahan Gambut di COP-27 Mesir
Bacakan Artikel

Senada dengan Dolly, Ketua Gapoktanhut Wono Lestari, Riyanto mengatakan bahwa program agroforestri yang dilakukan bersama Belantara Foundation ini dapat membantu masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan lahan gambut yang terdegradasi secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Kepala KPHP Tanjung Jabung Timur Unit XIV, M. Izuddin mengatakan bahwa KPHP Tanjung Jabung Timur Unit XIV memiliki tugas utama yaitu melakukan proteksi dan restorasi lahan gambut. Oleh karena itu, KPHP Tanjung Jabung Timur Unit XIV mendukung penuh kerja sama yang dilakukan bersama Belantara Foundation, Gapoktanhut Wono Lestari dan pemangku kepentingan lainnya.

Dolly, yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan menambahkan bahwa salah satu metode yang dapat mendukung pemulihan lahan gambut terdegradasi berbasis masyarakat adalah dengan menanam pohon menggunakan jenis tanaman yang banyak manfaatnya (multi purpose tree species). Spesies-spesies tanaman multi manfaat menyediakan banyak manfaat pada lahan yang terbatas, antara lain sebagai sumber pakan, membantu dalam mengatur hidrologi, meningkatkan biomassa, memperbaiki kualitas tanah, dan meningkatkan produktivitas lahan terdegradasi.

Implementasi program ini meliputi penyiapan dan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat, penyiapan lebih kurang 31.000 bibit tanaman multi manfaat, nursery dan pondok kerja, lahan siap tanam, serta dukungan monitoring dan evaluasi program.

“Pada awal November 2022 ini, kami mulai penanaman dengan target seluas 30 ha. Penanaman ini dibagi menjadi 2 tahap yaitu tahap pertama untuk penanaman bibit pinang (Areca catechu), nangka (Artocarpus heterophyllus) dan jengkol (Archidendron pauciflorum) sedangkan tahap kedua penanaman jenis kopi liberika (Coffea liberica) dan gaharu (Aquilaria malaccensis) yang akan dilakukan pada 5 bulan berikutnya. Ini adalah salah satu bentuk win-win solution, dimana masyarakat mendapatkan manfaat sosial-ekonomi sekaligus memperbaiki lahan gambut yang terdegradasi”, kata Dolly.

Sebagai penutup, Dolly yang juga merupakan Kepala LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) di Universitas Pakuan ini, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat sebagai aktor, Belantara Foundation sebagai fasilitator serta dukungan dari pemangku kepentingan setempat serta dukungan pendanaan dari para donor termasuk sektor swasta seperti APP Sinarmas merupakan faktor penting untuk memastikan keberhasilan program pemulihan dan restorasi gambut secara berkelanjutan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2