Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Beburung di Mata Ngantukmu

Beburung di Mata Ngantukmu   Di sudut matamu yang ngantuk aku temukan beburung beterbangan seseorang barangkali sedang memburunya ingin memelihara di rumahnya meriuhkan pagi dengan kicau...

Oleh Idris Makkatutu 10 Apr 2022 04:08 1 menit baca
Beburung di Mata Ngantukmu
  Di sudut matamu yang ngantuk aku temukan beburung beterbangan seseorang barangkali sedang memburunya ingin memelihara di rumahnya meriuhkan pagi dengan kicau Di pagi hari di hari kerja aku temukan beburung mati di matamu seseorang barangkali menembaknya dengan senapan angin ingin mengonsumsinya dengan kecap manis pada matamu yang ngantuk beburung telah tiada hanya ada sepi menerkam-nerkam tandabaca, April 2022 [irp]
Warna dari Masa Depan
  Di bawah pohon cengkih kita berbincang tentang warna dari masa depan Kita saling menatap kukatakan warna masa depan adalah warna alam: hijau segar kau menunjuk hutan yang telah gundul itu Warna dari masa depan bukan hijau segar tapi buram cekam kita terus berdebat kerongkongan mengering kau berlari ke mata air aku mengikuti dari belakang Mata air mengering, rupanya haus tak terbalas Aku menatap hutan yang gundul itu benar katamu, warna masa depan, suram cekam tandabaca, April 2022 [irp]
Mencari Arah Sampah
  Ke manakah sampah yang kita buang di selokan belakang rumah? terdiam aku ke mana? desakmu kutunjuk perutku yang buncit kau tertawa matamu menggerimis kenapa ketawa? tanyamu sampah yang kita buang itu, ada dalam perut sendiri kau salah? katamu sampah itu menuju laut, tambahmu senyummu berubah cemas tandabaca, April 2022 [irp]
Topik terkait
#puisi #puisi lingkungan #sastra lingkungan #sastra dan lingkungan #puisi berdiksi alam