Beberapa Tips Sederhana Belanja Online Ramah Lingkungan

Klikhijau.com – Belanja online jadi tren baru masyarakat Indonesia saat ini. Lajunya menciptakan fenomena tersendiri, tak terkendali. Bahkan dari sepuluh negara dengan pertumbuhan belanja online at...

Beberapa Tips Sederhana Belanja Online Ramah Lingkungan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Belanja online jadi tren baru masyarakat Indonesia saat ini. Lajunya menciptakan fenomena tersendiri, tak terkendali.

Bahkan dari sepuluh negara dengan pertumbuhan belanja online atau daring. Indonesia mampu memimpin jajaran negara-negara tersebut dengan pertumbuhan 78% pada 2018. Itu menurut riset Merchant Machine. Tentu tahun 2020 ini semakin meningkat.

Rata-rata uang yang dibelanjakan masyarakat Indonesia di situs belanja belanja mencapai US$ 228 per orang atau sekitar Rp 3,19 juta per kepala.

Menjamurnya situs belanja online memang patut patut disyukuri sebab membuat praktis jika ingin belanja. Namun, di sisi lain juga patut dicemaskan, sebab selain menghilangkan interaksi langsung pembeli dan penjual. Rupanya juga bisa menimbulkan masalah bagi lingkungan.

Contoh kecilnya, setiap barang yang dibeli memerlukan pengantaran oleh kurir. Rata-rata kurir menggunakan kendaraan, semisal kendaraan bermotor. Yang artinya akan menimbulan emisi karbon yang menjelma polusi.

Perjalanan yang dilakukan kendaraan-kendaraan ini ke rumah-rumah pelanggan cenderung menghadirkan jejak karbon yang jauh lebih kecil daripada jika para pelanggan itu pergi ke supermarket sendiri.

Semakin jauh jarak pelanggan, maka semakin banyak jejak karbon yang akan terbuang ke lingkungan, yang menjelma jadi polusi

Belum lagi kemasan yang dipakai untuk membungkus belanjaan. Jika makanan, biasanya menggunakan wadah plastik atau styrofoam yang dimasukkan ke dalam plastik.

Selalu ada solusi

Pertanyaannya, adakah solusi yang bisa ditempuh agar belanja online lebih ramah lingkungan? Jawabannya tentu saja ada, seperti tips yang dimuat nationalgeographic berikut:

  • Jika tersedia, pilih kemasan yang nantinya lebih mudah terurai seperti kardus.

  • Pastikan spesifikasi barang, baik itu ukuran, warna, jenis, kelengkapan, dan lain halnya sudah sesuai keinginan. Hal ini dimaksudkan agar menghindari retur barang.

  • Pilihlah metode pengiriman reguler untuk mengoptimalkan kapasitas pengiriman kurir.

  • Ajak kerabat atau keluarga untuk berbelanja bersama agar meminimalisir jumlah pengiriman.

  • Jika memungkinkan, beli langsung barang yang dibutuhkan di toko terdekat, atau Cash on Delivery (COD)

Namun, menurut Jeanny Primasari, salah satu founder Komunitas Zero Waste. Pada sistem belanja online ada tiga komponen yang berperan penting, yakni penjual, pembeli, dan ekpedisi atau pihak pengirim.

Jeanny mengungkapkan peran penjual, pembeli, dan ekspedisi harus saling mendukung untuk melakukan hal ini, salah satunya adalah pengepakan paket barang yang minim sampah.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2