Bea Cukai Sulbagsel Terus Bergerak Mendukung Green Technology
Klikhijau.com - Dalam menjalankan fungsinya sebagai Trade Fasilitator dan Industrial Assistance, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Terus beru...
Klikhijau.com - Dalam menjalankan fungsinya sebagai Trade Fasilitator dan Industrial Assistance, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Terus berupaya memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya.
Salah satu buktinya adalah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) kembali menerbitkan izin fasilitas Kawasan Berikat (KB) kepada PT Bukit Makmur Resources (BMR).
Penerbitan izin fasilitas ini diawali dengan pemaparan proses bisnis oleh BMR. Dari gambaran umum perusahaan hingga hal-hal detil seperti flowchart proses produksi.
Sesuai dengan janji layanan Bea Cukai Sulbagsel, sekitar satu jam setelah pemaparan ditetapkan bahwa perusahaan dianggap memenuhi persyaratan Kawasan Berikat dan diterbitkan izin fasilitas kepabeanan berupa Kawasan Berikat.
[irp]
BMR merupakan perusahaan PMDN yang bergerak di bidang penambangan nikel dan berlokasi di Kabaena Utara, Kab. Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil pengolahan nikel berupa kristal Nikel Sulfat (NiSO4/Ni-Sulfat) yang selanjutnya akan diekspor ke berbagai negara. Ni-Sulfat merupakan bahan baku utama baterai mobil listrik.
Direktur BMR, Ridho Lestari, menyampaikan perusahaan saat ini menerapkan konsep konservasi mineral dan green technology, dengan pengolahan nikel kadar rendah (1,3% - 1,6%) menggunakan proses hydrometallugy – head leach.
“Kami merupakan perusahaan pionir, yang pertama menggunakan teknologi hydro dalam pengolahan nikel di Indonesia”, jelas Ridho.
Ridho, yang juga seorang metallurgist, menyampaikan komitmen BMR untuk lingkungan yang lebih hijau antara lain pemanfaatan residu proses (spent ore) sebagai media tanam, menerapkan prinsip “Effluent ZERO Discharge” ke lingkungan dengan melakukan pengolahan dan recycle air proses, pembangunan pabrik desalinasi air laut untuk mengurangi pemakaian fresh water (air permukaan) dan sebagainya.
[irp]