Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Ecofenomena

Seekor Kucing Hutan Terpantau Berkeliaran di Kawasan Rumah Hijau Denassa

Klikhijau.com - Seokor kucing hutan (Prionailurus sp) terpantau berkeliaran setiap hari di kawasan konservasi Rumah Hijau Denassa (RHD). Kabar baik ini disampaikan pendiri RHD, Dermawan Denassa pada K...

Oleh aniskurniawan 02 Jun 2021 23:30 3 menit baca
Klikhijau.com - Seokor kucing hutan (Prionailurus sp) terpantau berkeliaran setiap hari di kawasan konservasi Rumah Hijau Denassa (RHD). Kabar baik ini disampaikan pendiri RHD, Dermawan Denassa pada Klikhijau, kemarin (2/6). “Kucing hutan tersebut sudah terlihat sejak dua pekan terakhir,” ucap Denassa. Kawasan konservasi yang terletak di jalan Borongtala No. 58 A Kelurahan Tamallayang Kecematan Bontonompo  Kabupaten Gowa ini memang dikenal banyak dihuni flora endemik Sulawesi. Selain itu, ada fauna endemik khususnya jenis burung yang dibebaskan berkeliaran sebagai tamu di area konservasi seluas 1 hektar ini. “Kami belum bisa pastikan jenis kelaminnya, karena sangat liar. Kami juga belum tahu, asalnya dari mana, apakah peliharaan yang lepas atau dari sebuah habitat yang rusak,” tutur Denassa. Selain mengelola area Rumah Hijau Denassa yang sudah sangat familiar di Sulawesi Selatan, Denassa juga sedang membuka satu area konservasi lagi yang diberi nama “Sawahku”. [irp] Kawasan “Sawahku” berada di hamparan persawahan dengan area yang lebih luas dari RHD. Posisinya tak jauh dari kawasan RHD. Menariknya, dari pantauan Denassa, seekor kucing hutan juga terpantau berkeliaran di “Sawahku”. “Seekor lagi ada di ‘Sawahku’, tapi belum bisa kami foto karena lebih liar dari yang ada di RHD," tambahnya. Denassa mengaku sangat senang dengan keberadaan kucing hutan di RHD dan Sawahku. Ia berharap, satwa ini dapat hidup bebas dan menjadi bagian dari ekosistem yang terjaga. “Kami sangat senang dia (kucing hutan) memilih RHD sebagai tempat baru. Meski cukup was-was karena ada di habitat Burung Pelanduk Sulawesi (Trichastoma celebense) yang juga hidup di permukaan tanah,” katanya. [irp]
Kucing hutan akan terus dijaga
Tim RHD sendiri rencananya akan membahas pilihan terbaik untuk konservasi satwa ini, salah satu opsinya dipertemukan dengan yang di area konservasi Sawahku. Lalu, dibuatkan kandang isolasi atau habitat khusus). [caption id="attachment_21117" align="alignnone" width="600"] Foto ini diabadikan dengan kamera lensa 70-300 di hutang larangan RHD, pada 31/5/2021 - Foto/Denassa[/caption] “Yang pasti kami akan jaga agar dan dukung keberlanjutan kehidupan mereka secara liar atau memberi perlakuan baik agar lestari,” jelas Denassa. Selain sebagai ruang konservasi, Denassa juga menjadikan kawasan RHD dan Sawahku sebagai ruang literasi. Dermawan Denassa yang saat ini juga menjabat Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Sulawesi Selatan juga menyiapkan ruang baca di RHD dan Sawahku. Dermawan Denassa, kini menjadi satu nominator penerima penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Denassa telah bergelut selama puluhan tahun dalam merintis kawasan konservasi secara swadaya, sembari mengkampanyekan pentingnya menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati. RHD didirikan oleh Denassa sejak tahun 2007 dan menjadi rumah bagi flora dan fauna endemik Sulawesi. Kawasan ini juga kini menjadi tempat favorit bagi siapa saja khususnya anak-anak dan remaja untuk belajar tentang keanekaragaman hayati. [irp]
Topik terkait
#rumah hijau denassa #kucing #kucing hutan #dermawan denassa