Green Life Style Versi penuh
Sastra Hijau

Batas Antara Manusia dan Binatang

Batas Antara Manusia dan Binatang   Ujung jalan mengajarimu tentang hutan yang muda gaib Di telan beton dan mobil besar yang didatangkan dari negeri jauh Pepohonan yang dibabat habis oleh...

Oleh Nona Reni 18 Feb 2024 14:27 2 menit baca

Batas Antara Manusia dan Binatang

  Ujung jalan mengajarimu tentang hutan yang muda gaib Di telan beton dan mobil besar yang didatangkan dari negeri jauh Pepohonan yang dibabat habis oleh mesin sensow Menyayat telinga binatang yang mulai gelisah kehilangan rumah Barangkali tak ada batas antara manusia dan binatang, begitu kata seorang caleg yang kalah dalam pemilu minggu kemarin Seperti jembatan gantung, kayu kanan kirinya keropos Dihempas beban kehidupan Hujan tak datang-datang Di ujung jalan sana pun tidak Tak ada bunyi lebih tabah selain nyanyian kemarau Tiba-tiba makanan pokok menanjak naik jelang hari besar keagamaan. Beras menghilang dari supermarket berlogo merah Gula menanjak di minimarket berlogo biru Tapi binatang tak makan sembako Tak ada sisa untuk mereka, selain memangsa satu sama lain 2024 [irp]

Pohon Tak Pernah Lupa

  Ada yang hidup di dalam laci meja yang terkunci Di atasnya terdapat pot-pot bunga tiruan, tersudutkan keadaan dan kesepian Meja itu, meja yang tak sempat dirampungkan oleh tukang Lacinya sewarna tanah Menyimpan rencana sekaligus bencana Kuncinya dibawa lari pria berseragam lima tahun lalu Laci meja itu tak pernah salah mengeja asal usulnya Ia tahu dari pohon mana ia berasal Tapi sekuat apapun ia berusaha tumbuh Tak ada ranting, maupun daun di tubuhnya kecuali bunga tiruan di atas pot itu. Laci meja itu hidup di antara orang-orang yang lihai menyimpan daripada memberi Lebih keras menolong diri sendiri ketimbang orang lain Kelak suatu sore, seorang berseragam membuka kunci laci meja itu Laci itu akan menyusun wajahnya menjadi surat-surat perjanjian Di mana pria berseragam itu hidup dari sepucuk tanda tangan Dengan satu-satunya napas, ia meneken kontrak kerja sama bersampulkan APBN Lalu berjalan menuju dapur, mencuci tangannya berkali-kali. Lama, lama sekali. 2024 [irp]

Hutan dalam Mata

  Asap rokok mengabut di teras rumah kayu itu Diam-diam menghilang dalam dadaku aku batuk tiga kali Lelaki perokok di sampingku mencibir Mengataiku lemah Batuk hanya karena asap rokok Aku tersenyum padanya Membunuh rasa ingin debatku Lalu menepuk lembut bahunya Sebelum melangkah pergi Ia menahanku, tak membiarkanku beranjak Dimatikannya rokoknya itu Lalu puntungnya dibuang begitu saja Ke dalam mulutnya Aku ingin protes Tak baik membuang puntung rokok sembaran tempat Kutahan saja protes itu Anehnya Asap rokok terus mengepul Bukan lagi dari rokok dan bibirnya Tapi seluruh rumah kayu dan hutan dalam mataku Juga laut di mulutku 2024 [irp]
Topik terkait
#puisi alam #manusia #binatang #sastra dan lingkungan #jembatan gantung