Banjir Parah di Beberapa Daerah di Selatan Sulawesi, Walhi Soroti Kerusakan Lingkungan

Hujan lebat dengan insentias tinggi menyebabkan beberapa daerah di Sulawesi Selatan terendam Banjir. Di Makassar dan Maros, bencana banjir telah terjadi sejak selasa, 11 Februari 2025 menyebabkan ribu...

Banjir Parah di Beberapa Daerah di Selatan Sulawesi, Walhi Soroti Kerusakan Lingkungan
Bacakan Artikel

[irp]

Massifnya bencana ekologi selama beberapa waktu terakhir tentu tak bisa dilepaskan dari kerusakan di daerah hulu sungai. Data dari Walhi Sulsel menujukkan adanya kerusakan yang sporadis di hulu sungai seperti maraknya pertambangan di wilayah hutan, pembukaan lahan, penebangan pohon, dan pembangunan di wilayah hulu sungai sehingga menganggu kestabilan daerah aliran sungai.

Masalah lainnya adalah wilayah resapan air yang semakin berkurang, drainase yang buruk, dan tutupan hutan di dua DAS ini semakin berkurang. Bahkan DAS Maros menunjukkan bahwa dalam 30 tahun terakhir luas hutannya mengalami penurunan sebesar 1.057,90 hektar.

Menyikapi maraknya kerusakan ekologis ditengah krisis iklim, pemerintah perlu melakukan kajian mendalam dan mengambil langkah yang mendahulukan kepentingan alam. Lebih lanjut dijelaskan Slamet, Kepala Departemen Riset dan Keterlibatan Publik WALHI Sulawesi Selatan,

"Saya kira dengan kerentanan yang semakin tinggi dan diperparah dengan ancaman krisis iklim. Maka sudah seharusnya pemerintah memikirkan ulang serta merumuskan konsep pencegahan dan penanganan yang tidak dibatasi oleh wilayah administratif melainkan sudah harus berbasis bentang alam. Artinya, tiap daerah sudah tidak bisa lagi hanya bertanggungjawab dengan daerahnya masing-masing, melainkan sudah harus melihat permasalahan secara lebih holistik dan mengajak daerah lain untuk duduk dan berdiskusi bersama." Ujar Slamet.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: