Bakar Sampah, Jalan Pintas yang Berbahaya

Klikhijau.com – Aktivitas bakar sampah untuk mengatasi tumpukannya. Masih dianggap jadi solusi tepat dan cepat bagi sebagian orang. Hampir setiap waktu kita akan menemukan dan melihat kepulan asap...

Bakar Sampah, Jalan Pintas yang Berbahaya
Bacakan Artikel

Bahaya lainnya

Zat berbahaya lainnya yang dihasilkan dari pembakaran sampah adalah  senyawa kimia dioksin.  Zat ini bisa digunakan sebagai racun tumbuhan atau herbisida. Sehingga sangat berbahaya bagi manusia, tumbuhan dan juga satwa.

Tidak berhenti di situ saja, aktivitas pembakaran sampah  juga mengandung klorin yang dapat menghasilkan 75 jenis zat beracun lain.

Belum lagi asap dari pembakaran sampah bisa memicu penyakit jantung, karena  mengandung  benzopirena atau gas beracun yang dapat menyerang jantung sebanyak 350 kali.

Benzopirena  diduga kuat sebagai biang kerok penyebab kanker dan hidrokarbon berbahaya, misalnya  asam cuka yang jadi penyebab iritasi.

Bahaya membakar sampah tidak hanya bersumber dari sampah anorganik, tapi juga dari organik. Misalnya  membakar kayu, ternyata dapat menghasilkan senyawa  yang berpeluang mengakibatkan kanker.

Jika ingin membakar sampah, sebaiknya dilakukan di ruang tertutup dengan suhu yang dianjurkan. Karena apabila   membakar sampah di area terbuka, itu dapat menghasilkan Particulate Matter (PM) atau partikel debu halus dengan  level yang mencapai level PM 10 (10 mikron).

Zat ini tidka dapat disaring  disaring oleh alat pernapasan manusia, sehingga  dapat masuk ke paru-paru dan mengakibatkan gangguan pernapasan atau ISPA.

Bahaya lain dari pembakaran sampah di area terbuka adalah hasil dari sisa pembakaran yang berupah abu atau debu, bisa terhirup atau melengket di tangan, khususnya bagi anak-anak saat bermain. Dan apabila tidak dicuci bersih bisa berbahaya bagi kesehatan.

Pembakaran sampah, tidak hanya mengganggu kesehatan manusia, tetapi juga tumbuhan dan satwa. Selain itu, abu atau debu hasil dari pembakaran sampah dapat pula mencemari tanah, membuatnya tidak subur apalagi jika itu jenis sampah anorganik.

Abu atau debunya juga dapat mencemari air. Membakar sampah juga dapat menipiskan ozon, yang menyebabkan pemanasan global

Jadi, aktivitas membakar sampah, meski menjadi cara instan “menghilangkan” sampah dan menciptakan kebersihan, sebaiknya dihindari karena mengandung berbagai ancaman kesehatan.

Lalu apa solusinya

Saat ini telah banyak bank sampah, ada baiknya jika sampah yang dihasilkan, agar tidak berakhir ditungku pembakaran, maka setorlah ke bank sampah, khususnya untuk sampah anorganik!.

Langkah selanjutnya untuk menghindari pembakaran sampah, khususnya untuk jenis organik, jauh lebih baik jika diubah menjadi menjadi kompos sehingga memiliki manfaat yang lebih.

Sebelum melakukan dua hal di atas (menyetor ke bank sampah dan membuat pupuk organik) sebaiknya pilah dan pisahkan sampah terlebih dahulu. Ini akan memudahkan dalam pengelolaannya.

Selain cara di atas, cara lain yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan sampah menjadi  bahan bakar. Saat ini telah banyak yang menyulap sampah anorganik menjadi bahan bakar.

Cara lainnya adalah menyulapnya menjadi kerajinan tangan. Ini pun bisa dilakukan, selain mengurangi sampah, juga bisa meningkatkan taraf hidup secara ekonomi dan ekologi.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2